Arus Mudik, Lebih Lancar Ketimbang 2016

Ilustrasi mudik, Angkutan mudik (jalan raya) lebaran 2017 relatif lebih baik pada 2017. Tampak antrian kendaraan jelang pintu tol Palimanan Jabar. (Tempo)

PALING TIDAK, sampai H-2 Idul Fitri, Jumat (24/6), arus mudik khususnya di ruas jalan raya utama di Pulau Jawa berkurang macetnya dibandingkan kondisi hari yang sama jelang lebaran tahun lalu.

Dari arah Jakarta, kemacetan lalu-lintas sudah langsung menghadang para pemudik sejak memasuki pintu tol Jakarta – Cikampek, selain akibat kepadatan di badan jalan, kemacetan diperparah oleh antrian kendaraan yang hendak memasuki rest area di Km 39 ddan 57.

Kemacetan di gerbang tol keluar Grinsing di titik pertemuan arus pemudik dari arah Jakarta yang menggunakan jalan bebas hambatan darurat Brebes – Grinsing dengan pelintas di jalur Pantura tidak bisa dihindari sepanjang hari Jumat seperti yang diprediksi sebelumnya.

Namun dibandingkan dengan penumpukan kendaraan selama puluhan jam yang terjadi menjelang pintu tol Brebes Timur pada angkutan lebaran sebelumnya, arus mudik Jumat lalu jauh lebih lancar. Belasan pemudik meninggal akibat kelelahan saat didera kemacetan lalu-lintas di titik tersebut tahun lalu.

Kemacetan berhasil diurai setelah dilakukan rekayasa lalu-lintas dengan menerapkan contraflow atau menggunakan sebagian lajur jalan untuk kendaraan dari arah berlawanan.

Pemudik, baik yang  berasal dari ruas jalan alternatif Pantura maupun tol darurat Brebes – Grinsing terjebak kemacetan lagi setibanya di jalan lingkar Kaliwungu, Kendal, di titik-titik pusat industri , akses jalan ke dari permukiman dan sentra-sentra kegiatan masyarakat lainnya, padahal tinggal tersisa 20 Km lagi untuk sampai Semarang.

Di ruas jalur tengah Jawa, arus kendaraan harus beringsut-ingsut dengan kecepatan di bawah 40 Km per jam ketika memasuki wilayah Purbalingga, Banjarnegara atau Secang.

Sedangkan di jalur selatan, tanjakan Nagrek masih menjadi titik kemacetan sehingga petugas juga memberlakukan  contra flow, begitu pula menjelang pasar Palimbangan dan lingkar Gentong, Garut dan Malangbong, Tasik  yang kondisi jalannya menanjak-menurun serta berkelok-kelok.

Kelancaran arus mudik lebaran kali ini juga tidak terlepas dari pengerahan 167.000 lebih petugas terdiri dari sekitar 100.000 anggota polisi, 13.000 lebih anggota TNI, sekitar 10.000 petugas Perhubungan, sekitar 12.000 Satpol PP, 9.000 lebih petugas kesehatan, 7.000 pramuka dan berbagai lintas institusi dan organisasi lainnya.

Sementara sejumlah rute angkutan penyeberangan dan lintas laut juga dilaporkan relatif lancar seperti layanan feri dari pelabuhan Kariangan, Balikpapan-Penajam-Paser Utara.

Sekitar 17.000 pemudik sudah diberangkatkan dari pelabuhan Slamet Riyadi dan Pelabuhan Hunimua, Ambon ke wilayah di pulau-pulau sekitarnya sejak lebih sepekan lalu, walau sejumlah calon penumpang gagal mudik, kehabisan tiket.

Di Pelabuhan Bakauheni sejak H-10 sampai Kamis (H-3), menurut Manajer Operasional PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni Sugeng Purwono,  tercatat 274. 813 penumpang dan 50.508 unit kendaraan menyeberang ke  Merak. Sebaliknya pada periode sama, 634.239 penumpang dan 129.369 kendaraan diseberangkan dari  Merak ke Bakauheni.

Arus angkutan mudik moda transportasi lainnya yakni kereta api dan pesawat udara dilaporkan sejauh ini juga relatif lancar.

Namun kita perlu menundukkan kepala, karena 105 pemudik meninggal akibat kecelakaan lalu-lintas jalan raya yang mereka alami di tengah perjalanan akibat kecelakaan.

Dengan persiapan lebih awal, perbaikan prasarana dan sarana perhubungan dan pengaturan lebih baik lagi, rakyat berharap untuk mudik lebih aman dan nyaman lagi tahun depan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dari arah Jakarta, kemacetan lalu-lintas sudah langsung menghadang para pemudik sejak memasuki pintu tol Jakarta – Cikampek, selain akibat kepadatan di badan jalan, kemacetan diperparah oleh antrian kendaraan yang hendak memasuiki rest area di Km 39 ddan 57.

 

 

 

Advertisement