WASHINGTON – Amerika Serikat telah memblokir draf pernyataan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa yang menyerukan penyelidikan atas pembunuhan 17 demonstran Palestina yang tidak bersenjata di dekat perbatasan timur Jalur Gaza.
Pernyataan itu, yang diajukan oleh Kuwait, menuntut penyelidikan independen dan transparan di bawah hukum internasional ke dalam peristiwa berdarah pada demonstrasi hari Jumat.
Pernyataan itu juga menyatakan keprihatinan besar pada situasi di perbatasan dan menekankan hak untuk protes damai.
Namun, AS memblokir pernyataan tersebut dan perwakilan AS untuk PBB Walter Miller mengatakan ada aktor yang menggunakan “protes sebagai penutup untuk menghasut kekerasan” dan “membahayakan jiwa yang tidak bersalah.”
Sementara Hanan Ashrawi, anggota Komite Eksekutif Pembebasan Organisasi Palestina (PLO), mengutuk keputusan AS, menggambarkan AS dan Inggris terlibat dalam pelanggaran dan kekerasan terus-menerus Israel.
“Tentara Israel menggunakan kekerasan yang tak terkendali, melepaskan lebih dari 100 penembak jitu dan menembakkan peluru tajam, gas air mata dan peluru baja berlapis karet melawan para pengunjuk rasa di depan mata seluruh komunitas internasional,” kata Ashrawi, dikutip Aljazeera.
“Namun, Dewan Keamanan PBB gagal menyepakati sebuah pernyataan yang mengutuk pelanggaran berat yang terjadi di tangan Israel.
“Sikap kontraproduktif seperti itu dapat membuat mereka [Inggris dan AS] terlibat dalam pendudukan militer Israel dan dalam pelanggaran dan kekerasan yang gigih,” lanjutnya.
“Tidak seorang pun menunjukkan keberanian moral atau politik untuk membuat Israel bertanggung jawab dan untuk mengekang perilaku ilegalnya.”
Sementara itu, menteri pertahanan Israel, Avigdor Lieberman menolak permintaan untuk penyelidikan atas tindakan tentara Israel.
“Tentara Israel melakukan apa yang diperlukan. Saya pikir semua prajurit kami berhak mendapatkan medali,” kata Lieberman kepada Radio Angkatan Darat, Minggu (1/4/2018).





