AS Kirim Kapal Induk, Iran-Rusia Balas dengan Latihan Gabungan

JAKARTA, KBKNEWS.id – Iran menggelar latihan militer laut bersama Rusia pada Kamis (19/2/2026) di perairan selatan Iran hingga Samudra Hindia, di tengah meningkatnya penumpukan kekuatan militer Amerika Serikat di Timur Tengah dan kebuntuan negosiasi nuklir.

Latihan tersebut mencakup simulasi penyelamatan kapal yang dibajak dan melibatkan kapal perang peluncur rudal, kapal perusak, helikopter, serta tim operasi khusus.

Latihan gabungan ini dipandang sebagai sinyal unjuk kekuatan di tengah tekanan militer AS di kawasan. Sebelumnya, Iran juga melakukan latihan terpisah yang sempat menutup sementara Selat Hormuz, jalur strategis bagi pasokan minyak global.

Di sisi lain, AS terus memperkuat kehadiran militernya dengan mengerahkan dua kapal induk terbesar, USS Abraham Lincoln dan Gerald R. Ford, beserta kapal perang dan puluhan jet tempur canggih.

Pengerahan tersebut dinilai memberi Washington kapasitas untuk melakukan operasi militer jika diperlukan, meski belum ada keputusan final terkait serangan terhadap Iran.

Pemerintahan Presiden Donald Trump menyatakan tetap mengutamakan jalur diplomasi dalam perundingan nuklir dengan Teheran, meskipun pembicaraan di Jenewa belum menghasilkan kesepakatan dan masih terdapat perbedaan signifikan antara kedua pihak.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memperingatkan bahwa Iran siap membalas jika diserang, termasuk dengan menargetkan pangkalan militer AS di kawasan. Rusia pun menilai situasi mengalami eskalasi ketegangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, namun tetap berharap penyelesaian diplomatik dapat tercapai.

Ketegangan meningkat setelah laporan citra satelit menunjukkan Iran memperkuat perlindungan fasilitas terkait program nuklirnya. Sementara itu, Iran bersikeras program nuklirnya bersifat damai, sedangkan AS dan sekutunya menuntut pembatasan guna mencegah pengembangan senjata nuklir.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here