
TEKAD Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di bawah kepemimpinan bergilir Indonesia pada 2023 untuk membuat Laut China Selatan (LCS) menjadi kawasan damai dan bebas bagi semua pihak masih jauh dari kenyataan.
Amerika Serikat dan Australia (14/8) langsung bereaksi mengirimkan lebih 2.000 personil untuk latihan perang di lokasi insiden penyemprotan air terhadap kapal pengangkut logistik Filipina oleh kapal Penjaga Pantai (Coast Guard) China di perairan LCS.
Jubir AB Filipina Letkol Enrico Ileto menyatakan, latgab ketiga negara yang digelar 14 – 31 Agustus bertujuan meningkatkan kemampuan untuk menguji berbagai taktik, tehnik dan prosedur operasi amfibi.
Latihan dilakukan di sekitar karang di perairan barat Pulau Palawan yang diklaim baik oleh China mau pun Filipina, pihak China menamainya P. Ren’ai dan Filipina P. Ayungin.
Diikuti sekitar 1.200 personil militer dan 700 polisi anggota Australia, 150 marinir AS dan 111 tentara Filipina, latgab bersandi ALON (ombak dalam bahaa Tagalok) melibatkan enam kapal termasuk kapal perang Australia HMAS Caanberra.
China juga menganggap 90 persen kawasan seluas dua juta km2 di sepanjang sembilan garis putus-putus di peta LCS yang dipersengketakan dengan sejumlah negara seperti Brunei, Vietnam dan Filipina adalah bagian wilayah tradisionalnya, walau klaim tersebut tidak diakui int’l.
Berdasarkan laporan intelijen, China terus meningkatkan aktivitas militernya di sekitar wilayah yang sengketa yakni Pulau Thitu atau Pagasa yang diklaim Filipina, Dhao Thi Tu menurut versi Vietnam dan Zhing Ye Dao menurut China.
Berdasarkan Perjanjian Kerjasama yang Ditingkatkan (EDCA) antara AS dan Filipina pada 2014, Presiden Filipina, Maret lalu memberi izin pembangunan empat pangkalan militer AS lagi di negaranya, menambah lima yang sudah ada
Kehadiran pasukan AS di kawasan Asia Tenggara juga dianggap sebagai penyeimbang bagi kekuatan China yang terus meningkatkan kemampuan militer dan kehadirannya di kawasan LCS.
RI yang wilayah timurnya di depan perairan Natuna Utara yang berhadapan dengan LCS perlu terus memperkuat matra laut untuk paling tidak membuat gentar pihak lain yang mencoba-coba menganggu.




