AS Sudah Infokan ke Kubu Arab Bakal Serang Iran

AS dilaporkan berencana menjatuhkan bom GBU-43 Massive Ordnance Air Blast (MOAB) yang disebut sebagai "ibu segala bom" ke Iran. (ilustrasi Intl'l Ammunition Ascociation)

JAKARTA – (KBKNEWS) – AMERIKA Serikat dikabarkan sudah memberi tahu negara-negara Arab mitranya mengenai potensi dilancarkannya kembali serangan AS ke Iran.

Sejumlah sumber yang mengetahui informasi ini mengatakan kepada Wall Street Journal (WSJ) yang dikutip Kompas.com (28/10) bahwa beberapa negara Teluk sudah dikabari AS tentang rencana serangan besar ke Iran pasca pemilihan paruh waktu di negara Paman Sam itu, 3 Nov.

Menurut mereka, serangan ini akan berlangsung singkat namun intensif. Militer AS dikabarkan sedang mengirim baterai Patriot dari Texas untuk memperkuat pertahanan udara di Timur Tengah dan pasukan AS juga sudah dipindahkan dari pangkalan-pangkalan yang rawan terkena serangan Iran.

Gedung Putih telah merespons kabar ini dengan menyatakan enggan berkomentar soal “rencana militer sensitif yang mungkin atau tidak mungkin ada”.

Meski begitu, Gedung Putih menekankan bahwa apa pun keputusannya merupakan kewenangan Presiden AS Donald Trump.
“Presiden Trump tetap mempertimbangkan semua opsi untuk memastikan Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir,” demikian pernyataan Gedung Putih.

Biang Segala bom (MOAB)
Sebelum ini, sejumlah media melaporkan bahwa militer AS telah bersiap untuk meluncurkan serangan baru ke Iran menggunakan Mother of All Bombs.

Bom non-nuklir terkuat Washington itu disebut-sebut akan dipakai untuk menghancurkan Gunung Pickaxe, yang diyakini menyimpan komponen program nuklir Iran.Top of Form

GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast (MOAB)—atau yang secara populer dijuluki sebagai “Mother of All Bombs” adalah salah satu bom konvensional (non-nuklir) terbesar paling mematikan yang dimiliki oleh militer AS.

Senjata ini dirancang khusus untuk menghancurkan target area yang luas, jaringan gua di bawah tanah, ataupun terowongan pertahanan musuh.

Berikut spesifikasi teknis dan detail utama dari bom MOAB:

  • Dimensi Fisik: Memiliki panjang sekitar 9 hingga 10 meter .
  • Berat Total: Mencapai 9.800 kg (hampir 10 ton). Peledak: Berisi sekitar 8.500 kg bahan peledak tinggi, yang menghasilkan daya ledak setara dengan 11 ton TNT.
  • Sistem Pemandu: Menggunakan teknologi satelit GPS
  • untuk memastikan tingkat akurasi yang tinggi saat dijatuhkan menuju target.
  • Metode Peluncuran: Karena ukurannya yang terlampau besar, MOAB harus diangkut dan didorong keluar dari pintu kargo pesawat angkut militer berat seperti Lokheed C-130 Hercules.

Sejarah Singkat & Penggunaan

Dikembangkan pertama kali pada tahun 2003 oleh Air Force Research Laboratory AS, nama dan julukannya terinspirasi dari retorika mantan Presiden Irak, Saddam Hussein, yang pernah menggunakan istilah “mother of all battles” (ibu dari segala pertempuran) selama Perang Teluk 1991.

Meskipun sudah diuji coba sejak lama, militer AS tercatat baru pertama kali menjatuhkannya dalam pertempuran nyata pada April 2017 untuk menghancurkan kompleks terowongan dan gua yang digunakan oleh kelompok militan di Afghanistan.

Para pemimpin Iran sendiri sikap mereka terbelah terkait perag melawan AS. Kubu garis keras terdiri dari para komandan militer termasuk Korps Garda Revolusi (IRGC) ingin terus bertempur, sebaliknya kelompok moderat termasuk Preside Masoud Pezeshkian ingin membuka dialog dengan AS.

Jika serangan jadi dilancarkan, yang jelas sejumlah nyawa manusia bakal melayang .(CNNI/ns)

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here