P:ARA pemimpin Arab menyatakan kesiapan mereka melakukan rekonsiliasi atau rujuk dengan Israel jika negara Yahudi itu bersedia mundur dari tanah Arab yang didudukinya sejak Perang Arab – Israel pada Juni 1967.
Inisiatif damai yang pernah diangkat dalam KTT Liga Arab di Beirut, Lebanon pada 2002 itu dimunculkan lagi di KTT Liga Arab ke-28 yang berlangsung di wilayah Laut Mati, Jordania, 29 sampai 31 Maret.
Intinya, prakarsa damai yang ditawarkan Liga Arab pada 2002 berupa kesediaan negara-negara Arab untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel atas pengakuannya terhadap negara Palestina dengan batas wilayah sebelum Perang 1967 dan ibukota di Jerusalem Timur.
Aspirasi negara-negara Arab terkait isu Palestina yang dimuat dalam Deklarasi Amman pada akhir KTT ke-28 Liga Arab sekaligus juga merupakan respons atas isyarat dari Presiden AS, Donald Trump untuk mengubah format solusi konflik dari lingkup bilateral (Palestina dan Israel) ke tingkat regional (melibatkan negara-negara Arab).
Trump bependapat, perlu dicari terobosan baru bagi penyelesaian persoalan Palestina, karena ia menganggap “solusi dua negara” yang didukung masyarakat internasional ternyata selalu berakhir dengan jalan buntu.
Bagi Trump, “solusi dua-negara” dalam konflik Palestina-Israel seharusnya tidak dijadikan satu-satunya solusi cara penyelesaian. Trump menegaskan lagi pemikirannya pada pertemuan dengan PM Israel Benyamin Netanjahu di Washington DC, medio Ferbruari lalu.
Namun kemudian, dukungan yang diberikan Trump bagi pembangunan permukiman Jahudi di tanah Palestina yang diduduki Israel di Jerusalem Timur dan Tepi Barat baru-baru ini sangat mengecewakan rakyat Palestina dan negara-negara Arab.
Trump, juga menyatakan akan tetap melanjutkan rencana pemindahan kantor kedubesnya di Israel dari Tel Aviv ke Jerusalem. Jika ini terjadi, sekaligus juga merupakan pengakuan bagi kehadiran Israel di tanah Palestina.
Deklarasi Amman a.l. memuat seruan pada komunitas internasional untuk menolak rencana pemindahan kedubes AS ke Jerusalem dan juga kecaman terhadap pembangunan permukiman Yahudi di tanah Palestina, karena hal itu adalah pelanggaran hukum internasional.
Sebagai kelanjutan dihidupkannya lagi prakarsa perdamaian oleh Liga Arab, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, Raja Jordania, Abdullah II dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas akan berangkat ke AS awal April guna mencari titik temu dengan solusi yang ditawarkan Presiden Trump.
Rincian konsep solusi yang ditawarkan AS yakni mengubah kata “solusi dua-negara” menjadi “solusi yang disepakati Israel-Palestina”, menggelar babak perundingan baru dengan pola dan pendekatan baru serta perundingan langsung antara Palestina dan Israel.
Belum diperoleh reaksi Israel atas dimunculkannya kembali inisiatif damai Arab tersebut mengingat sejauh ini pemerintah negara Jahudi itu menyambutnya dengan skeptis. (Kompas/NS)





