KUALA LUMPUR – Malaysia telah memerintahkan hampir 500 sekolah dan taman kanak-kanak diliburkan hingga Jumat (27/6/2019), setelah puluhan orang dirawat di rumah sakit dengan gejala yang diduga akibat menghirup asap beracun.
Sebanyak 75 orang siswa mengalami kesulitan bernapas, muntah dan pusing sejak pekan lalu, setelah menghirup asap, diduga dari limbah yang dibuang oleh pabrik di negara bagian selatan Johor, yang berbatasan dengan Singapura.
Lebih dari 1.200 orang pergi ke rumah sakit dalam insiden serupa pada bulan Maret yang menyebabkan Malaysia menagih beberapa direktur perusahaan minyak ban dengan pembuangan limbah kimia secara ilegal.
Perdana Menteri Mahathir Mohamad bersumpah untuk bersikap keras dengan mereka yang bertanggung jawab.
“Sepertinya ada pabrik-pabrik yang tidak terlalu peduli dengan keselamatan dan dengan demikian, menyebabkan insiden itu kambuh,” dilansir kantor berita Bernama, Selasa (25/6/2019).
“Itulah sebabnya kita harus mengidentifikasi mereka yang bertanggung jawab menyebabkan polusi dan mengambil tindakan tegas.”
Sebanyak 475 sekolah, taman kanak-kanak, dan lembaga pendidikan lainnya akan ditutup bagi pihak berwenang untuk mengatasi kontaminasi.





