TANAH DATAR (KBK) – Asap di Sumatera Barat telah reda, namun cuaca berganti dengan curah hujan yang cukup tinggi di beberapa titik wilayah Sumatera Barat. Sehingga peralihan cuaca ini membuat beberapa warga terkena penyakit.
Penggalangan dana dari aksi peduli Unit Seni Budaya Minang (USBM) Universitas Telkom, yang semula dimaksudkan untuk membantu korban musibah kabut asap Sumatera Barat, dialihkan untuk keperluan kesehatan masyarakat Sumatera Barat di kawasan yang sebelumnya terpapar asap.
Hal itu disampaikan Musfi Yendra, Branch Manager Dompet Dhuafa Singgalang (DDS) kepada KBK, Rabu (25/11/2015).
Dikatakannya, Aksi Layanan Sehat (ALS) diadakan di Kecamatan Lintau Buo, Nagari Buo, Jorong Jati Tunggal, Pasar Minggu Buo, Tanah Datar, pada Ahad lalu (22/11/2015).
Saat itu, lanjutnya, turun kelapangan Relawan Kesehatan DDS, Pendamping Program Kesehatan, Mushalina Latifa dan membuka posko kesehatan di Mushalla Nurul Fatah, di Jorong Jati Tunggal tersebut.
“Pengobatan gratis ini berlangsung dari setelah Dzhuhur hingga menjelang Maghrib. Relawan kesehatan yang terdiri dari dr. Anggy Afriani, dr. Rahmat Feryadi, Yoneta Strangenge, S.Farm, Apt, Angelia Rovina Septya, S.Keb, Dwi Ratih Chyntia Pratiwi, Amd. Keb, menangani pasien yang berjumlah 73 orang,” ujar Musfi.
Diceritakan Msuhalina Latifa, bahwa daerah yang dituju merupakan daerah yang terpencil dan dikelilingi bukit, merupakan perbatasan antara Payakumbuh, Sijunjung, dan Sawah Lunto.
“Tanggapan masyarakat sangat cepat, walaupun sosialisasi baru dilakukan ketika relawan tiba (setelah zhuhur), tapi karena didaerah ini fasilitas kesehatan jauh, jadi ketika masyarakat tau adanya ALS, dalam hitungan menit nomor antrian sudh mencapai 51,” cerita Ifa.
Bagi para relawan, dana yang disalurkan oleh USBM ini meski disalurkan jauh setelah asap mereda, namun pemanfaatannya terasa berkah bagi penerima manfaat di kawasan terpencil tersebut.
“Ketika hendak menuju lokasi, tim relawan berpapasan dengan orang yang terkena musibah kecelakaan motor, dan kami pun memberikan pertolongan pertama untuk pasien tersebut,” jelasnya Dana Kurnia, perwakilan Relawan kepada KBK.
Kisah lain, dari lokasi tersebut ada salah satu relawan yang bertemu dengan anggota keluarga yang belum pernah bertatap muka dari semenjak lahir.
“Kami sangat bersyukur dengan diadakannya ALS di daerah ini, karena jarak tempat berobat sangat jauh dari tempat tinggal kami,” tutur seorang ibu yang menemani putranya, Zhahir untuk berobat.
Humas USBM Universitas Telkom, Muhammad Furqan Akbar, mahasiwa yang mengumpulkan dana untuk korban asap Sumbar di Bandung merasa puas dan turut bersyukur dengan pengalihan dana untuk korban asap yang kemudian dijadikand alam bentuk kegiatan pelayanan kesehatan gratis ini. -nisa





