JAKARTA – Proyek normalisasi Ciliwung akan dilanjutkan guna menangani kasus banjir di Jakarta yang masih terus terjadi setiap tahun termausk hari ini.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane, Bambang Heri Mulyono menjelaskan, pengerjaan itu merupakan 500 meter dari 17 kilometer yang ditargetkan rampung pada akhir 2024.
Hingga kini, pihaknya masih menunggu lahan yang tersedia untuk bisa melanjutkan normalisasi sehingga dibutuhkan kepastian dengan terus berkoordinasi pihak terkait. Selain itu, dia menyatakan pihaknya untuk alokasi normalisasi Ciliwung sudah tersedia, namun bisa saja berubah mengikuti kondisi di lapangan.
“Alokasi sudah ada, tapi besarannya kami masih bisa berubah,” tambahnya.
Total panjang Sungai Ciliwung yang akan dinormalisasi adalah 33 km. Saat ini, normalisasi telah rampung untuk 16 km. Pekerjaan dilakukan sejak 2014. Normalisasi Sungai Ciliwung merupakan bagian dari rencana induk sistem pengendalian banjir (flood control) Jakarta dari hulu hingga hilir.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengembalikan kondisi lebar Sungai Ciliwung menjadi kondisi normal yaitu 35-50 meter.
Lingkup pekerjaan normalisasi ini meliputi perkuatan tebing, pembangunan tanggul, pembangunan jalan inspeksi dengan lebar 6-8 meter di sepanjang sisi Sungai Ciliwung, meningkatkan kapasitas tampung alir dari 200 m3/dt menjadi 570 m3/dt, serta penataan kawasan di sekitar Sungai Ciliwung.
Normalisasi Sungai Ciliwung ini melintasi sejumlah kelurahan di DKI Jakarta yaitu Manggarai, Bukit Duri, Kebon Manggis, Kampung Melayu, Kampung Pulo, Kebon Baru, Bidara Cina, Cikoko, Cawang, Pengadegan, Rawajati, Cililitan, Gedong, Tanjung Barat, Balekambang, Pejaten Timur, Jagakarsa dan Pasar Minggu.




