SAWAHLUNTO – Atasi kekeringan, warga Desa Kolok Mudik, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto, punya cara sendiri. Mereka membuat embung berkapasitas seribu kubik air. Uniknya embung itu tidak dibuat di tempat terbuka, melainkan di dalam goa.
Untuk membangun embung dalam goa, Desa Kolok Mudik mengucurkan anggaran desa sebesar Rp70 juta. Ditargetkan embung itu bisa mengaliri kawasan sawah tadah hujan seluas 15 hektar, di Dusun Tarusan tersebut.
“Sumber mata air yang kita manfaatkan berasal dari air goa yang memiliki potensi hingga seribu kubik, yang bisa menjadi sumber air untuk lahan pertanian,” ujar Ketua LPM Kolok Mudik, Husin kepada Haluan, Rabu (14/6/2017).
Selama ini, menurut Husin, hamparan areal pertanian yang dikelola Kelompok Tani Sepakat Kolok Mudik itu, hanya berharap kucuran hujan. Itupun, jika musim hujan bertahan hingga hingga musim panen datang.
Seperti dilansir Haluan, tidak jarang, ketika musim hujan yang berlangsung hanya dalam beberapa saat, membuat harapan petani kembali buyar untuk mengolah lahan pertanian mereka. Bahkan ada yang merugi karena ketika hendak memulai menanam, hujan tak kunjung datang.





