Atasi Stunting, BRIN Kembangkan Padi Bernutrisi Tinggi

ketersediaan pangan Indonesia
Ilustrasi / Ist

JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan varietas padi bernutrisi tinggi dengan penambahan unsur gizi untuk mengatasi stunting.

Stunting adalah gangguan tumbuh kembang anak di mana anak tidak tumbuh tinggi seperti anak usianya akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang.

Peneliti dari Pusat Riset Tanaman Pangan BRIN, Untung Susanto, menuturkna bahwa perakitan varietas padi bernutrisi tinggi terus dilakukan menggunakan teknologi konvensional maupun modern secara kolaboratif, integratif, dan berkelanjutan, guna meningkatnya kualitas hidup masyarakat Indonesia.

BRIN, kata Untung, melakukan penelitian perbaikan gizi pada padi menggunakan teknologi biofortifikasi untuk meningkatkan kandungan gizi mikro seperti zinc, besi, provitamin A, kandungan antosianin pada beras hitam dan beras merah, serta riset teknologi pendukung peningkatan gizi padi.

Teknologi biofortifikasi merupakan upaya intervensi untuk meningkatkan konsentrasi zat gizi mikro pada bahan pangan, sejak dari pembudidayaan tanaman.

“Biofortifikasi adalah upaya untuk memasukkan unsur gizi pada produk pertanian melalui proses alami biologi dari tanaman itu sendiri,” ujarnya, dilansir dari Antara, Kamis (29/8/2022).

Untung berharap, biofortifikasi pada padi bisa efektif meningkatkan mutu padi sehingga mendukung pemenuhan kebutuhan gizi dan mencegah stunting.

Sebelumnya, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, mengatakan bahwa program percepatan penurunan stunting bertujuan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif, serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Terkait hal tersebut, percepatan penurunan stunting dilaksanakan secara holistik, integratif, dan berkualitas melalui koordinasi, sinergi dan sinkronisasi di antara seluruh pihak terkait.