CIANJUR – Pertumbuhan pengidap HIV-AIDS di Kabupaten Cianjur selama Januari hingga Februari 2017 mengalami peningkatan, dimana ada 17 orang pengidap baru dengan sembilan di antaranya merupakan pelaku seks menyimpang.
Pengelola Program HIV-AIDS Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Cicih Kurniasih mengungkapkan, bertambahnya kasus pengidap HIV-AIDS di awal tahun disinyalir akan terus bergulir menjadi lebih banyak pada 2017 ini. Pasalnya, belasan kasus tersebut terjadi sejak awal tahun.
Dari 142 orang dengan HIV-AIDS (ODHA) baru, 42 di antaranya diketahui merupakan ODHA berperilaku menyimpang atau disebut juga lelaki seks dengan lelaki (LSL). Ia menyampaikan, perilaku seks menyimpang rentan mengakibatkan pelakunya tertular atau bahkan mengidap HIV-AIDS. Dapat dikatakan LSL memiliki risiko penularan penyakit yang lebih tinggi, sehingga tindakan antisipasi pun perlu segera dilakukan.
Untuk mencegahnya, pihaknya, seperti dilansir PR, akan berkoordinasi dengan instansi terkait menggencarkan program tes HIV-AIDS bagi ibu hami dan pasangan hendak menikah di tahun ini. Setidaknya, pemkab berupaya lebih cepat untuk mengantisipasi penyebaran HIV-AIDS sejak dini. Ia mengatakan, tindakan pencegahan dapat melibatkan dengan konsumsi obat dan sejumlah alat agar ODHA tidak menularkannya pada keturunan maupun pasangan.





