Awas! Mati Sunyi Saat Isolasi Mandiri

Warga yang mengikuti Isolasi Mandiri (Isoman) harus dipantau dan diawasi. Sebanyak 311 meninggal sejak Juni lalu dan di Jakarta saja, 47 dari 346 kematian pada 3/7 adalah warga yang mengikuti Isoman.

ISOLASI mandiri atau isoman disarankan bagi Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19 atau bergejala ringan sampai sedang demi mengurangi beban fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) atau RS-RS rujukan yang dibanjiri pasien dalam dua pekan terakhir ini.

Akibat rekor demi rekor pertambahan harian kasus Covid-19, fasyankes dihkhawatirkan ambruk, selain kapasitas ruangnya penuh, stok obat-obatan dan oksigen menipis, bahkan ada yang sudah kehabisan.

Meninggalnya 63 pasien di RSUP dr. Sardjito akhir pekan lalu (3/7) yang sebagian diduga akibat kehabisan oksigen juga mencerminkan gawatnya situasi sehingga tidak tertangani oler RS.

Penambahan ruang, dalam batas tertentu masih bisa dilakukan, mulai dari mengalihkan fungsinya bagi pasien Covid-19 dan membangun tenda-tenda darurat, walau kebutuhan ruang bertekanan negatif, berventilator dan memiliki alat pendukun lainnya juga tidak mudah.

Persoalan besarnya yakni nakes yang kelelahan, bahkan sekitar 1.000 orang termasuk lebih 400 dokter, ratusan perawat dan bidan, tenaga radiologi, farmasi dan lainnya sudah bertumbangan.

Isolasi mandiri menjadi opsi bagi korban OTG, bergejala ringan sampai sedang yang tidak bisa dirawat di fasilitas layanan kesehatan, namun harus di bawah pengawasan satgas Covid-19 setempat, juga RT, RW serta lingkungan ketetanggaan.

Soalnya, LaporCovid mencatat, sejak Juni lalu paling tidak, 311 kematian orang yang menjalani isoman dan tentu banyak lagi yang tidak terdeteksi. Di DKI Jakarta saja, Sabtu lalu dari 346 kematian akibat Covid-19, sebanyak 47 orang diantaranya adalah mereka yang menjalani isoman di rumah.

Bagi pasien OTG yang menjalani isoman, pemerintah menyediakan paket multi vitamin, vitamin C, D dan E serta zinct, sementara bagi yang bergejala ringan, paket vitamin C, B, E dan zinct, azitromicin, oseltamivir dan paracetamol.

Pasien isoman juga bisa mengakses layanan konsultasi daring dengan Alodokter, GetWell, Good Doctor, Halodoc, Klikdokter, KlinikGo, Link Sehat, Milvik Dokter, Prosehat, SehatQ dan YesDok yang berkerjasama dengan Kemenkes.

Selain itu mereka juga diminta tetap menjalani aktivitas normal di rumah, makan-makanan bergizi, menghindari stress, sebaliknya mulai dari tetangga, teman atau rekan kantor serta sanak kerabat pasien dan Satgas Covid-19 setempat  hendaknya terus memantau dan berkontak dengan korban.

Jangan biarkan pasien isoman bergulat dengan Covid-19 dalam kesendirian, apalagi sampai terlambat diselamatkan!

 

 

 

 

Advertisement