Awas! Sub Varian BF.7 Sudah Masuk

Sudah 15 orang terdeteksi terinfeksi subvarian Omicron B.F7 di Indonesia. Perubahan status pandemi ke endemi Covid-19 bisa tertunda akibat pemunculan varian-varian dan subvarian virus baru.

DI TENGAH wacana pencabutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang disampaikan Presiden Joko Widodo pekan lalu, dilaporkan subvarian baru Omicron BF.7 sudah terdeteksi keberadaannya.

“Ada 15 kasus subvarian Omicron baru BF.7 di Indonesia tapi jumlahnya kecil dibandingkan lonjakan yang terjadi di China saat ini, hanya 15 kasus, “ kata Menkes Budi Gunadi Sadikin (29/12).

Seluruh pasien yang terdeteksi Oktober lalu yang terus dimonitor dan diisolasi mandiri , menurut Kabiro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi sudah sehat kembali.

Menurut catatan,  pelonggaran prokes Covid-19 dari lockdown ketat yang diberlakukan di China menyusul protes yang marak di sejumlah kota, terjadi lonjakan paparan Covid-19, bahkan di Provinsi Xinjiang pernah mencapai satu juta kasus per hari

Di Indonesia sendiri, setelah sempat terjadi lonjakan angka Covid-19 akibat pemunculan varian Omicron (B.1.591)  dan sejumlah subvarian (BA.1 sampai BA.5), grafiknya menurun lagi dalam beberapa pekan ini.

Pada Kamis (29/12) tercatat penambahan angka harian Covid-19 sebanyak 685 kasus, meninggal sembilan orang dan sembuh 1.437 orang atau berarti kasus harian sudah turun di bawah 1.000 orang, dibandingkan puncak serangan varian Delta 64.718 orang pada 16 Feb. ’22 dan meninggal 2.069 orang pada 27 Juli ’20.

Pengaturan Perjalanan

Sementara itu, Jubir Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan aturan bagi pelaku perjalanan luar negeri sesuai Surat Edaran No, 25/2022 tentang Protokol Keshatan Perjalanan Luar Negeri pada masa pandemi Covid-19.

Ketentuan perjalananan seperti kewajiban mengenakan masker,   menjaga jarak dan sering mencuci tangan (3M) masih berlaku, sementara sertifikat vaksinasi merupakan syarat perjalanan ke LN.

Menurut Wiku, kebijakan akan terus disesuaikan dengan perkembangan pemaparan Covid-19, sedangkan syarat pemeriksaan belum diperlukan, mengingat belum terjadi lonjakan kasus yang selanjutnya akan terus dipantau.

Berdasarkan Our World in Data, lonjakan kasus tertinggi dalam tujuh tahun terakhir ini terjadi di Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, Perancis dan Brazil, sebaliknya d Indonesia mengalami penurunan kasus sampai 76,9 persen.

Seperti halnya di negara-negara lain, Indonesia juga menerapkan pemeriksaan bagi pelaku perjalanan dari China mengingat tingginya kasus di sana, termasuk mewajibkan vaksin bagi pelaku perjalanan berusia lebih dua tahun mulai 5 Januari ’23.

Peraturan sama juga diberlakukan bagi pelaku perjalanan dari China ke AS, sementara Jepang juga mewajibkan test Covid-19 negatif bagi pelancong dari China, sedangkan India menerapkan peraturan sama bagi pelaku perjalanan dari China, Korsel, Jepang dan  Thailand.

Seperti dilaporkan Reuters, hasil testing di Bandara Milan, Malpensa, Italia (26/12) menunjukkan, satu dari dua penumpang dari China positif Covid-19.

Pakar kesehatan publik Chandra Yoga Aditama mengusulkan  agar seluruh pelaku perjalanan dari China membawa bukti hasil tes PCR ( Rantai Polymerase Berantai) f dan diawasi selama 14 hari.

Breaking news: Presiden Jokowi, Jumat siang (30/12) akhirnya memutuskan untuk mencabut PPKM mulai 31 Des. ’22 karena setelah pengamatan sekitar 10 bulan, tren paparan Covid-19 terus  turun dan kasus harian pada 27 Des. 1,7 kasus per satu juta penduduk, jauh dibawah angka acuan yang dipatok Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Pengoperasian RSDC Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta ditutup mulai 31 Desember karena RS yang pernah menampung sekitar 7.000 pasien Covid-19 saat ini sudah nyaris kosong,  namun untuk berjaga-jaga atau tindakan antisipasi, masih disisakan satu tower untuk menampung pasien. (Kompas/ns)

 

 

 

 

Advertisement