Awas! Virus Baru dengan Dua Varian

Pandemi Covid-19 yang bisa ditekan penyebarannya di Vietnam sejak setahun lalu, melonjak lagi akibat munculnya virus baru varian ganda.

VIRUS Corona penyebab Covid-19 tidak saja terus bermutasi membentuk varian-varian baru, malah seperti yang terlacak di Vietnam muncul menjadi dua varian yang lebih ganas sehingga  penyebarannya melonjak lagi.

Menteri Kesehatan Vietnam Nguyen Thanh Long seperti dikutip Reuters (30/5) menyebutkan, di negerinya telah ditemukan varian virus baru corona yang merupakan kombinasi dua varian yakni B.117 asal Inggeris dan B1.617 asal India.

Selain lebih mudah menular melalui udara, varian virus baru itu juga mudah menggandakan diri (mereplikasi) dan menginfeksi dengan cepat, tercermin dari terjadinya lonjakan kasus setelah Vietnam berhasil mengendalikan pandemi Covid-19 sejak lebih setahun lalu.

Menurut catatan, pada hari Minggu lalu (30/5) ada 52 kasus positif Covid-19 baru, sedangkan sehari sebelumnya 49 kasus dari seluruhnya 6.856 kasus yang menyebabkan 47 kematian akibat Covid-19.

Sebelumnya sejumlah varian virus baru yang dikenal sebagai varian Inggeris sudah terdeteksi yakni B1.222, B1.619, B.614G dan B117, lalu muncul varian India B1.351, A.23.1 dan B1.7617.2.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) sendiri memperkirakan, varian yang terdeteksi di Vietnam adalah B.1.617.2 yang secara umum dikenal sebagai varian India.

Sementara negara Jiran, Malaysia yang pekan-pekan terakhir ini mengalami lonjakan kasus Covid-19, bahkan Minggu lalu mencapai rekor harian dengan lebih 8.000 kasus juga lebih mengetatkan arus kedatangan orang dari luar negeri.

Malaysia selain mempercepat program vaksinasi, juga mengenakan karantina selama 21 hari bagi pendatang dari India, Bangladesh dan Pakistan.

Sementara di Jakarta, penambahan kasus paparan Covid-19 dalam tiga hari terakhir ini mengalami fluktuasi, namun masih dianggap terkendali, angkanya masih di bawah 1.000 kasus per hari.

Namun efek mudik dan arus balik serta berbagai kegiatan dan meningkatnya mobilitas warga sejak Ramadhan hingga pasca Idul Fitri 1442 H mulai terasa, tercermin dari jumlah pasien rawat inap di RS Darurat Covid-19, Kemayoran, Jakarta yang merambat naik.

Pada pukul 20.00 hari Minggu (30/5) tercatat penambahan 88 pasien positif Covid-19, sehingga jumlah pasien rawat inap menjadi 2.029 orang atau mencapai 33,8 persen dari total 5.994 kamar yang tersedia.

Jumlah penambahan kasus harian Covid-19 secara nasional juga cenderung naik, sejak 20 Mei tercatat di atas 5.000-an kasus per hari, bahkan dalam dua hari terakhir (29 dan 30 Mei) ada 6.565 dan 6.115 kasus baru.

Walau terjadi lonjakan, keberhasilan pemerintah mencegah warga untuk mudik, sehingga hanya sekitar 1,5 juta orang yang melakukannya atau sekitar 10 persen dari jumlah pemudik pada tahun-tahun sebelumnya, diharapkan tidak menciptakan tsunami Covid-19 seperti di India.

Namun, disiplin dan kepatuhan warga tetap harus dipertahankan, karena pandemi Covid-19 belum berlalu.

 

 

 

 

 

Advertisement