JAKARTA – Peristiwa penting yang terjadi di bulan Muharam salah satunya adalah Isra Mikraj, yang menjadikan bulan ini sangat istimewa bagi umat Islam. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT menyebutkan berbagai keutamaan bulan Muharam, salah satunya adalah pahala yang dilipatgandakan untuk setiap ibadah, termasuk menyantuni anak yatim.
Nabi Muhammad SAW selalu mencontohkan perilaku baik, kasih sayang, dan perhatian terhadap anak yatim selama hidupnya. Beliau selalu memastikan anak-anak yatim tidak kehilangan nafkah dan figur ayah dalam hidup mereka.
Selain teladan dari Nabi SAW, ayat-ayat dalam Al-Qur’an juga mengajarkan umat Islam untuk mengasihi dan menyantuni anak yatim. Melakukan kebaikan ini di bulan Muharam akan mendatangkan pahala yang berlipat ganda, serta memberikan kebahagiaan bagi anak-anak yatim.
Dalil Anjuran Menyantuni Anak Yatim
Berikut ayat-ayat Al-Qur’an yang memerintahkan umat Islam untuk menyantuni anak yatim:
1. QS An-Nisa: 36
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.”
Ayat ini mengajarkan bahwa umat Islam harus berbuat baik kepada anak-anak yatim, yang akan memuliakan hidup kita di akhirat.
2. QS Al-Isra: 34
“Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfaat) sampai ia dewasa dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya.”
Umat Islam diperintahkan untuk tidak mendekati harta anak yatim dengan cara yang zalim, melainkan harus melindungi dan memberikan nafkah pengganti bagi mereka.
3. QS An-Nisa: 10
“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).”
Allah menegaskan bahwa siapa pun yang memakan harta anak yatim akan menghadapi panasnya api neraka.
4. Al-Insan Ayat 8
“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.”
Ayat ini memerintahkan umat Muslim untuk senantiasa memberi makan anak yatim. Ayat ini juga bermaksud agar manusia senantiasa selalu menolong anak yatim dan kaum duafa.
5. Al-Maun Ayat 1-2
“Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Maka itulah orang yang menghardik anak yatim.”
Pada ayat ini, Allah mengibaratkan manusia yang berbuat tercela kepada anak-anak yatim, sebagai perbuatan yang dianggap sama dengan mendustakan agama. Sebab, Allah memerintahkan umat Muslim untuk senantiasa berbuat baik kepada anak yatim.
Hal penting yang dapat kita ambil dari ayat-ayat di atas adalah yang terpenting bukan kapan kita menyantuni anak-anak yatim, melainkan sejauh apa kita memiliki niat untuk membantu meringankan beban mereka.
Sehingga, mereka dapat hidup dengan layak serta tumbuh menjadi anak-anak yang sukses. Selagi kita mampu memberikan materi serta kasih sayang untuk anak-anak yatim, maka berikanlah dengan sebaik-baiknya.
Kalau kamu memiliki keinginan untuk membahagiakan anak-anak yatim, kamu bisa melakukannya bersama Dompet Dhuafa. Kamu bisa membantu anak-anak yatim mewujudkan mimpi mereka, dari hidup layak hingga mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas.





