
Jakarta, KBKNews.id – Raksasa teknologi awan dan perangkat lunak, Oracle, resmi bergabung dalam barisan perusahaan Big Tech yang melakukan pengurangan tenaga kerja secara massal. Pada Selasa (31/3/2026) waktu setempat, ribuan karyawan di berbagai belahan dunia dilaporkan mulai menerima surat pemberitahuan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dikirimkan melalui surat elektronik.
Langkah ini mengejutkan banyak pihak mengingat Oracle merupakan salah satu pemain kunci dalam infrastruktur data global. Berdasarkan dokumen internal yang beredar, manajemen menyebutkan efisiensi ini merupakan bagian dari transformasi organisasi yang lebih besar.
Hari Terakhir yang Singkat: Notifikasi Lewat Surel
Banyak karyawan yang terkejut karena surat pemberhentian tersebut datang secara tiba-tiba di pagi hari dan langsung menetapkan hari tersebut sebagai masa kerja terakhir mereka.
“Setelah mempertimbangkan kebutuhan bisnis Oracle saat ini dengan saksama, kami telah mengambil keputusan untuk meniadakan peran Anda sebagai bagian dari perubahan organisasi yang lebih luas. Oleh karena itu, hari ini adalah hari kerja terakhir Anda,” bunyi petikan surel notifikasi yang dilihat oleh Business Insider.
Hingga saat ini, pihak Oracle masih memilih untuk menutup mulut. Seorang juru bicara perusahaan menolak memberikan komentar terkait jumlah pasti personel yang terdampak maupun alasan spesifik di balik keputusan mendadak tersebut.
Dampak Luas: dari Sektor Kesehatan hingga Unit NetSuite
Meski total angka PHK belum dirilis secara resmi, jejak pengurangan ini terlihat jelas melalui berbagai unggahan di platform profesional LinkedIn. Berdasarkan pengakuan para mantan staf, badai pemangkasan ini menyapu berbagai divisi krusial. Mulai dari Oracle Health, departemen Sales, divisi Cloud, tim Customer Success, hingga unit bisnis NetSuite.
Sebagai gambaran, pada laporan tahunan Mei 2025, Oracle tercatat mempekerjakan sekitar 162.000 karyawan purna waktu. Skala perampingan kali ini diprediksi cukup signifikan mengingat cakupan departemen yang terdampak sangat beragam.
Tren “Diet” Perusahaan Teknologi Besar
Keputusan Oracle menambah daftar panjang perusahaan teknologi yang melakukan “diet” karyawan demi menjaga stabilitas finansial di tengah ketidakpastian ekonomi global. Tren ini sebelumnya telah diawali oleh raksasa lainnya:
- Amazon: Telah memangkas total 30.000 peran korporat dalam beberapa gelombang sejak akhir tahun lalu.
- Meta: Kembali merumahkan ratusan staf pada pekan lalu setelah sebelumnya menghapus ribuan posisi dalam beberapa tahun terakhir.
Para analis melihat fenomena ini sebagai pergeseran fokus industri teknologi dari pertumbuhan agresif menuju optimasi operasional dan profitabilitas. Bagi Oracle, tantangan ke depan adalah memastikan pengurangan staf ini tidak mengganggu layanan cloud dan database yang menjadi tulang punggung bagi jutaan perusahaan di seluruh dunia.




