SURABAYA – Kepala Badan Geologi Rudy Suhendar mengatakan, kejadian amblesnya Jalan Gubeng, Surabaya, tidak terkait faktor alam, namun karena kegagalan manusia atau terkait dengan teknik konstruksi pembangunan basement Rumah Sakit Siloam.
Dia mengatakan saat melakukan penggalian untuk basement itu, talud atau tiang-tiangnya cukup jarang. Akibatnya karena kondisi batuannya masih lepas dan ada air tanah dangkalnya, air menggerus dan mengalirkannya secara spontan ke daerah bakal basement.
“Bagian bawah jalan ambles karena daya dukung tanahnya hilang begitu air dan material bergerak,” ujar Rudy, dilansir Tempo, Kamis (20/12/2018).
Jenis tanah di area amblesan itu berdasarkan catatan Badan Geologi tergolong masih urai karena endapan aluvium. Mekanisme kejadiannya, ujar dia, berbeda dengan likuifaksi.
“Hanya karena ada air kepotong penggalian, bagian bawahnya lepas, lalu atasnya ambles,” tandasnya.





