AMERIKA SELATAN – Badan meteorologi Amerika Selatan mengatakan awan yang terbentuk akibat asap kebakaran hutan di Australia sudah terlihat bergerak mendekati Chile dan Argentina.
Awan itu dilaporkan berada sekitar 12,000 kilometer dari kedua negara tersebut. Kepala Badan Meteorologi Chile, Patricio Urra, menyatakan awan akibat asap itu berada pada ketinggian 6,000 meter di atas permukaan laut.
“Dampak yang bisa kita lihat adalah cahaya matahari terlihat kemerahan. Hal ini hanya terjadi jika cahaya matahari terhalang asap akibat kebakaran hutan,” katanya, dilansir AFP, Selasa.
Namun dia menyatakan awan itu tidak mengancam warga Chile.
Australia dilanda kebakara hutan dan lahan sejak September 2019 dan hingga kini tercatat sudah menewaskan 25 orang, dan menghanguskan lebih dari 1,000 bangunan. Juga menghanguskan 5,5 juta hektare lahan.




