spot_img

Bahaya Membuang-buang Harta dalam Islam

“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan.”
(QS Al Isro’: 26-27)

JAKARTA – Apa yang terlintas di benak kita ketika mendengar istilah membuang-buang harta?

Mungkin, kita langsung membayangkan orang kaya yang menghabiskan uangnya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat atau melakukan pemborosan.

Namun, kita perlu menyadari bahwa membuang-buang harta tidak hanya berarti menghabiskan uang dalam jumlah besar. Harta yang sedikit pun jika digunakan untuk maksiat, sudah termasuk dalam kategori membuang-buang harta.

Ibnu Mas’ud dan Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Tabdzir (pemborosan) adalah menginfakkan sesuatu bukan pada jalan yang benar.”

Mujahid mengatakan, “Seandainya seseorang menginfakkan seluruh hartanya dalam jalan yang benar, itu bukanlah tabdzir (pemborosan). Namun jika seseorang menginfakkan satu mud saja (ukuran telapak tangan) pada jalan yang keliru, itulah yang dinamakan tabdzir (pemborosan).”

Qotadah mengatakan, “Yang namanya tabdzir (pemborosan) adalah mengeluarkan nafkah dalam berbuat maksiat pada Allah, pada jalan yang keliru dan pada jalan untuk berbuat kerusakan.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 8: 474-475)

Dengan demikian, jika seseorang membelanjakan uangnya hanya untuk sebatang rokok, hal tersebut bisa dikategorikan sebagai membuang-buang harta.

Rokok tidak hanya tidak bermanfaat, tetapi juga merusak kesehatan. Membeli sesuatu yang merusak kesehatan tentu saja adalah kegiatan yang membuang uang.

Begitu pula jika kita membeli sepatu yang ke-18, padahal 17 sepatu lainnya masih dalam kondisi bagus di rumah dan tidak kita sedekahkan.

Kita membeli sepatu baru hanya untuk mengoleksi atau melengkapi warna yang belum ada. Hal ini sangat mungkin masuk dalam kategori membuang-buang harta.

Apalagi jika yang kita koleksi adalah mobil yang tidak digunakan dan hanya memenuhi halaman rumah. Bukankah ini juga termasuk pemborosan?

“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.” (QS. Al Furqan: 67)

Apa bahayanya membuang-buang harta? Jika kita membuang-buang harta, kita mungkin mendapatkan kemurkaan Allah. Sebagaimana sabda Rasulullah:

“Sesungguhnya Allah meridai tiga hal bagi kalian dan murka apabila kalian melakukan tiga hal. Allah rida jika kalian menyembah-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, dan (Allah rida) jika kalian berpegang pada tali Allah seluruhnya dan kalian saling menasehati terhadap para penguasa yang mengatur urusan kalian. Allah murka jika kalian sibuk dengan desas-desus, banyak mengemukakan pertanyaan yang tidak berguna serta membuang-buang harta.” (HR Muslim no.1715)

Semoga kita dapat menjadi orang yang efektif dan efisien dalam menggunakan uang, serta tidak termasuk golongan yang membuang-buang harta.

spot_img

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles