Durian merupakan buah dengan aroma khas yang terkenal di Asia Tenggara, tak terkecuali Indonesia. Meski banyak penggemarnya, jumlah orang yang tak suka durian juga jamak dijumpai.
Buah dengan tekstur lembut ini juga mempunyai beragam varietas. Sebut saja varian unggul Montong hingga varian lokal Indonesia seperti Bawor dan Petruk.
Saking banyaknya yang menyukai durian, banyak muncul mitos-mitos mengelilinginya. Salah satunya menyebabkan kolesterol tinggi. Padahal faktanya, durian justru mempunyai lemak tak jenuh yang baik untuk jantung.
Untuk masalah harga, durian juga bervariasi. Banyak yang menyebut harga durian di Sumatra lebih murah daripada di Jawa. Saking mahalnya harga durian, banyak yang beranggapan buah ini hanya dikonsumsi orang kaya saja.
Penyebabnya, membeli durian yang matang dan enak itu susah-susah gampang. Banyak cerita pembeli tertipu, padahal sudah mencicipi durian itu terlebih dahulu di lapak pedagang. Alhasil, jika musim durian sering banyak video viral lapak pedagang di berbagai daerah yang dituding menipu.
Berbeda dengan orang kaya, membeli durian dengan kualitas tinggi bisa dengan mudah dilakukan di toko buah premium atau mal. Harga sudah jelas tertera, rasa sudah pasti dijamin. Kalau tidak enak usai dicicipi, tak usah khawatir harus membeli.
Tapi tulisan ini bukan hanya soal durian. Tulisan ini ingin memberi analogi durian dan pemimpin. Sosok pemimpin di masyarakat selalu terbelah opininya. Banyak yang suka, pembencinya juga tidak terhitung.
Banyak mitos-mitos yang mengelilingi pemimpin. Seperti titisan dewa hingga reinkarnasi legenda. Tapi sebagai rakyat biasa kita harus tahu mana fakta dan mitos.
Seperti halnya durian, saat memilih pemimpin pun sering kali kita salah. Kita hanya bisa melihat mulut manis pedagang dan iming-iming saja tanpa tahu fakta sebenarnya. Padahal pemimpin berkualitas itu bisa dengan mudah diketahui dengan jejak rekam dan hasil kerja yang jelas. Jadi menurut Anda, durian apa yang enak?




