BOGOR – Alvaro Dicky Ramadhan, balita berusia 20 bulan mengidap kelebihan cairan di otak atau hidrosefalus dan sebelumnya hanya bisa menangis kesakitan karena ia tidak pernah diajak berobat orangtuanya akibat tidak adanya biaya.
Namun kini balita asal RT 01 RW 07, Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat ini akan dibantu oleh Pemerintah Kabupaten Bogor.
Kabid Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P2PKL) Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Agus Fauzi mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan petugas Puskesmas untuk mengecek dan segera merujuk Alvaro ke rumah sakit.
“Petugas kelurahan sedang mengurus kelengkapan administrasi si pasien agar didaftarkan sebagai peserta Jamkesmas dan dibawa ke Rumah Sakit Harapan Kita, rujukan dari Puskesmasnya juga sudah dibuat,” kata Agus, Jumat (10/3/2017), dikutip dari Okezone.
Jika Alvaro sudah terdaftar menjadi peserta Jamkesmas maka secara otomatis biaya pengobatannya akan ditanggung oleh pemerintah.
Alvaro mengalami hidrosefalus sejak lahir. Putra dari pasangan Dede Nurmyanti (22) dan Lucky Ferdiawan (28) itu selama ini hanya bisa terbaring lemah, menahan sakit lantaran ukuran kepalanya kian hari semakin membesar. Kedua orangtuanya terkendala biaya untuk mengobati sang buah hati.
Dede mengatakan, kelainan tersebut telah dirasakannya saat menginjak kehamilan sembilan bulan. Dokter pun memintanya untuk melakukan operasi sesar.
Namun gaji sang suami yang bekerja sebagai asisten montir hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sehingga tidak mampu untuk biaya sesar, ataupun mengajak anaknya berobat.




