PONOROGO – Shifa Mukhlison (3.5) warga Kedungbanteng Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo harus pasrah menerima kenyataan dan membawa kepalanya yang membengkak dua kali lipat dari ukuran bayi normal.
Penyakit Hidrosefalus pada Shifa dirasakan sepekan setelah Shifa lahir. “Suhu badannya mendadak sangat panas. Tidak hanya itu, Shifa juga mengalami kejang-kejang,” kata Tukimin, Senin (22/8/2016).
Setelah dibawa ke RSUD dr Harjono Ponorogo, hingga Shifa berumur 15 hari, kondisinya tidak juga kunjung membaik malahan kepalanya mulai membesar. Dokter di RSUD dr Harjono Ponorogo saat itu menyatakan angkat tangan tidak bisa menangani Shifa. ‘’Saat Shifa berumur dua bulan, kami lalu dirujuk ke RSUD dr Soedono di Kota Madiun,’’ ujar Tukimin.
Dia pun menuruti rujukan tersebut. Keluarga membawa Shifa ke RSUD dr Soedono Madiun untuk mendapat perawatan. Oleh dokter di RSUD dr Soedono Madiun, Shifa diminta menjalani rawat jalan.
Karena ingin buah hatinya sembuh, Tukimin kembali menuruti. Tiga kali dia membawa Shifa bolak-balik Sukorejo ke Kota Madiun. Sayangnya, tak kunjung ada perubahan pada pembengkakan kepala Shifa. Justru, kepalanya semakin membesar. ‘’Kami memutuskan untuk tidak lagi rawat jalan karena tidak ada biaya pulang pergi,’’ terangnya.
Dokter RSUD dr Soedono Madiun, menyarankan Shifa menjalani operasi, namun sang ayah tidak menyanggupinya karena untuk berobat ke Kota Madiun saja Tukimin harus menghutang.
Seperti dilansir Beritajatim, Tukimin mengaku meminjam jutaan rupiah dari kerabat dan tetangga sekitar. Utangnya saat ini sekitar Rp 20 juta. Dia kini mengaku tidak tahu menahu bagaimana mengembalikan utang tersebut. “Semoga bisa mengembalikan hutang,” harapnya.
Tukimin dan Istrinya, Kasmiati yang hanya seorang buruh tani pun berharap pertolongan dari pemerintah. Kini, ia baru saja mengantongi Kartu Indonesia Sehat (KIS), sebulan lalu. Ironisnya, tak hanya buah hatinya saja yang menderita sakit. Tukimin juga ada benjolan di pahanya, membuat kakinya nyeri kala digerakkan terlalu lama.





