Bangladesh Akan Tebang Pohon di Hutan untuk Dijadikan Kamp Pengungsi Rohingya

Pengungsi Rohingya. Foto:Salman/DD
BANGLADESH – Membludaknya pengungsi Rohingya membuat Bangladesh berencana untuk meruntuhkan pohon-pohon hutan untuk memperluas sebuah kamp pengungsian dengan pendirian tenda yang melindungi keluarga-keluarga miskin yang melarikan diri dari kekerasan etnis di negara tetangga Myanmar.
Bangladesh bersusah payah menemukan tempat yang cukup kosong untuk menampung para pengungsi yang menjadi masalah besar.

“Pemerintah mengalokasikan 2.000 hektar saat jumlah pengungsi hampir 400.000,” ungkap Mohammad Shah Kamal, sekretaris manajemen dan bantuan bencana di Bangladesh, mengatakan kepada Reuters, Kamis (5/10/2017).

Lebih dari setengah juta Rohingya telah tiba dari negara bagian Rakhine, Myanmar, sejak akhir Agustus, yang disebut PBB sebagai darurat pengungsi tercepat di dunia.

Eksodus tersebut dimulai setelah pasukan keamanan Myanmar menanggapi serangan militan Rohingya pada 25 Agustus dengan melancarkan tindakan keras yang telah dikecam PBB sebagai pembersihan etnis.

Myanmar telah menolak tuduhan tersebut, dengan mengatakan bahwa tindakan militer diperlukan untuk memerangi “teroris” yang telah membunuh warga sipil dan desa-desa yang dibakar.

Namun organisasi tersebut telah meninggalkan Bangladesh dan organisasi kemanusiaan internasional yang menghitung biaya saat mereka berlomba menyediakan makanan, air, dan perawatan bagi orang-orang yang kehilangan tempat tinggal Rohingya.



Advertisement