BANGLADESH – Menteri Luar Negeri (Menlu) Bangladesh mengatakan Dhaka belum berencana untuk membuat ratusan ribu pengungsi Muslim Rohingya permanen diakui negaranya.
Menteri Luar Negeri Bangladesh Shahidul Haque menambahkan bahwa Rohingya masih milik Myanmar meski sudah melarikan diri.
“Kami tidak berpikir untuk mengasimilasi mereka di Bangladesh. Mereka milik Myanmar,” katanya diĀ Forum Ekonomi Dunia tentang ASEAN di Hanoi, Vietnam, dilansir Reuters, Kamis (13/9/2018).
Ia juga meminta negara-negara maju untuk menerima lebih banyak pengungsi Rohingya berdasarkan kemanusiaan.
“(Pengungsi) Rohingya akan tinggal di kamp-kamp pengungsi sampai mereka kembali ke Myanmar atau dimukimkan di negara lain,” kata Haque.





