
BANGLADESH (KBK) – Bentrokan meletus di Bangladesh setelah Motiur Rahman Nizami, seorang pemimpin Partai Politik Jamaat-e-Islami, digantung atas tuduhan yang berkaitan dengan pembantaian intelektual selama perang kemerdekaan 1971.
Polisi terpaksa menembakkan peluru karet, Rabu (11/5/2016) kepada massa ratusan pendukung Jamaat yang menyerang mereka dengan batu di kota barat laut Rajshahi.
“Ada 500 aktivis Jamaat yang memprotes eksekusi. Kami menembakkan peluru karet saat mereka mulai anarkis,” kata Selim Badsah, Inspektur Polisi Rajshahi kepada kantor berita AFP.
Dia mengatakan sekitar 20 orang ditangkap.
Selain di Kota Rajshahi, aktivis dan pendukung Liga Awami afiliasi Jamaat juga bentrok di Chittagong, di mana sekitar 2.500 orang menghadiri pemakaman Nizami.
Masudul Hasan, Wakil Kepala Polisi kota pelabuhan ini mengatakan kepada AFP.
Akibat bentrokan tersebut diberlakukan pengamanan ketat di seluruh negeri, dengan pos-pos pemeriksaan yang didirikan di jalan-jalan utama di Dhaka. Hal ini untuk mencegah kekerasan dan ribuan polisi berpatroli di ibukota Bangladesh.
Halaman Berikut : Pembelaan Akhir Ditolak




