MAGETAN – Banjir bandang yang melanda Kabupaten Magetan, Jawa Timur pada 9 Oktober 2016 telah menimbulkan kerugian material Rp 900 juta.
Angka tersebut sesuai pendataan yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan, “Sesuai hasil pedataan final, jumlah kerugiannya ditaksir mencapai Rp900 juta,” ujar Plt Kepala Pelaksana BPBD Magetan, Agung Lewis, Kamis (13/10/2016).
Kerugian tersebut meliputi kerusakan berbagai hal yang diakibatkan dari bencana alam tersebut. Di antaranya, infrastruktur desa seperti jembatan, jalan raya, dan saluran air bersih.
Kerusakan juga terjadi pada sejumlah rumah warga, kandang, ternak, dan sejumlah lahan pertanian milik warga hingga akhirnya gagal panen.
Sementara itu Bupati Magetan Sumantri mengatakan, pihaknya akan mencairkan dana cadangan untuk pemulihan pascabencana terjadinya banjir bandang.
Menurut Bupati, dana itu akan dialokasikan untuk perbaikan sejumlah infrastruktur yang rusak akibat diterjang banjir. Selain itu, melalui dinas terkait ia juga telah menyaluran bantuan makanan dan keperluan dapur umum.
“Saya berharap bencana serupa tidak terjadi lagi dan warga diminta tetap waspada. Hal penting lainnya adalah tetap menjaga kelestarian lingkungan agar bencana dapat dicegah,” katany, seperti dilansir Okezone.
Kini, pasca kejadian banjir bandang tersebut, aktivitas warga Desa Ngancar mulai normal. Warga dibantu dengan petugas gabungan dari BPBD, Koramil, dan Polsek setempat telah bergotong-royong membersihkan material banjir dan memperbaiki secara swadaya sejumlah infrastruktur yang rusak.
Kendati demikian pihaknya meminta warga di lereng Gunung Lawu untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam susulan. Sebab, diperkirakan curah hujan masih cukup tinggi yang diikuti dengan angin kencang seiring memasuki musim hujan.





