JAKARTA, KBKNEWS.id – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah.
Lebih dari itu, peringatan tersebut dapat menjadi kesempatan untuk kembali melihat bagaimana akhlak dan keteladanan Nabi diterapkan dalam kehidupan, terutama di tengah perubahan perilaku generasi muda akibat perkembangan teknologi.
Pesan tersebut menjadi salah satu pokok dalam Khutbah Jumat yang ditulis H. Muhammad Faizin, Sekretaris PCNU Kabupaten Pringsewu, Lampung. Dalam khotbahnya, ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi membawa tantangan tersendiri terhadap pembentukan karakter generasi muda.
Menurutnya, kemudahan mengakses informasi dan berkomunikasi melalui dunia digital tidak selalu berbanding lurus dengan kematangan sikap. Interaksi di media sosial yang berlangsung cepat dan tanpa batas terkadang membuat seseorang mengabaikan etika ketika berkomunikasi dengan orang lain.
Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi orang tua dan guru. Pendidikan generasi muda, kata dia, tidak cukup hanya mengejar kemampuan akademik. Pembentukan karakter, adab, dan akhlak juga harus mendapat perhatian serius.
Pesan itu sejalan dengan misi Rasulullah SAW yang salah satunya adalah menyempurnakan akhlak manusia. Dalam hadis yang diriwayatkan Bukhari, Baihaqi, dan Hakim disebutkan:
“Sesungguhnya aku diutus menjadi Rasul untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
Akhlak juga menjadi ukuran penting dalam melihat kualitas seorang Muslim. Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling baik akhlaknya.”
Karena itu, momentum Maulid dapat dimanfaatkan untuk mengajak generasi muda tidak hanya mengenal sejarah Nabi, tetapi juga meneladani perilakunya. Keteladanan tersebut mencakup cara berbicara, menghormati orang lain, menjaga kepedulian sosial, serta menghadapi persoalan dengan kesabaran dan keteguhan.
Di tengah kehidupan yang semakin bergantung pada teknologi, keluarga memiliki peran penting dalam membimbing penggunaan perangkat digital. Pengawasan dan pendampingan diperlukan agar teknologi menjadi sarana belajar dan berkembang, bukan justru menjadi ruang yang mendorong kemerosotan karakter.
Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 21 juga menegaskan bahwa Rasulullah SAW merupakan teladan terbaik bagi umat manusia.
Selain memperkuat pendidikan akhlak, Maulid juga dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW melalui shalawat dan meneladani ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, mencintai Rasulullah tidak berhenti pada perayaan atau ucapan, tetapi diwujudkan melalui perilaku. Generasi muda diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki adab, kepedulian, tanggung jawab, dan akhlak mulia.





