JAKARTA, KBKNEWS.id – Banjir yang melanda tiga kecamatan di Kota Padang, Sumatera Barat, memaksa ratusan warga mengungsi ke sejumlah lokasi penampungan.
Hingga Senin (12/10/2026), genangan air yang dipicu hujan lebat sejak Sabtu belum sepenuhnya surut.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sekitar 225 kepala keluarga terdampak banjir. Dampak bencana hidrometeorologi ini menjangkau enam kelurahan di Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Suar Pelita Panjaitan mengatakan, enam kelurahan terdampak meliputi Kuranji, Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, Lubuk Minturun, Tabiang Banda Gadang, dan Gurun Laweh.
“Tiga kecamatan terdampak meliputi Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo. Adapun enam kelurahan dilaporkan terdampak, Kuranji, Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, Lubuk Minturun, Tabiang Banda Gadang, dan Gurun Laweh,” kata Berton dalam keterangan pers, Senin (12/10/2026).
Sejumlah warga mengungsi di tenda dan rumah penduduk sekitar Lapau Munggu dengan jumlah mencapai 367 jiwa. Selain itu, sebanyak 250 warga mengungsi di Musala Ar Ridwan dan 55 orang berada di Warung Jembatan Guo.
BNPB menyebut jumlah pengungsi tersebut masih bersifat sementara karena pendataan di lapangan belum selesai. Petugas gabungan terus memantau kondisi warga dan memastikan kebutuhan logistik di lokasi pengungsian terpenuhi.
Banjir juga menyebabkan kerusakan rumah dan infrastruktur. Data sementara BNPB mencatat satu rumah rusak berat, empat rumah rusak sedang, serta sekitar 120 rumah terdampak genangan.
Akses jalan di sekitar kawasan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Guo dilaporkan terputus total akibat terjangan banjir bandang. Petugas masih melakukan pemantauan dan pendataan lanjutan untuk mengetahui tingkat kerusakan serta kebutuhan bantuan bagi warga terdampak.





