
BIMA (KBK) – Banjir Ahad malam yang terjadi di Bima diperkirakan merendam ratusan rumah sempat mengungsikan penduduk sekitar 2.500 jiwa di Kota Bima dan 4 ribu jiwa di Kabupaten Bima. Jumlah pengungsi asal Kabupaten Bima jauh lebih besar, diduga karena masyarakat trauma mendengar terjadinya banjir.
“Yang di kabupaten kebanyakan mengungsi di rumah keluarga masing-masing. Kecuali di Kota Bima memang tersebar di masjid, kantor walikota, tersebar di belasan titik pengungsian. Tapi sebagian sudah kembali ke rumahnya masing-masing untuk melakukan pembersihan,” kata Kepala Pelaksana BPBD NTB, Mohammad Rum.
Menurut Rum, petugas baik di Kabupaten maupun Kota Bima sekarang lebih tanggap dalam menghadapi bencana. Hingga, kondisi tanggap bencana ini diakuinya tidak akan berlangsung lebih dari dua hari. Meski demikian, ia mengingatkan potensi bencana di NTB masih tinggi.
“Potensi masih ada selama cuaca ekstrem masih terjadi, ditambah dengan prasarana kita. Terus terang saja prasarana sungai kita belum siap. Kemudian juga kita punya hutan di hulu sudah rusak. Kalau hujan tiga sampai empat jam di Bima bisa dipastikan akan banjir,” jelasnya.
Dikutip dari Suara NTB, selain di Bima, banjir juga melanda Labuhan Tereng Kecamatan Lembar Lombok Barat Ahad kemarin, 26 Maret 2017.




