Banjir Cirebon Terjadi Setiap Tahun, Warga Pasrah

Ilustrasi banjir pemukiman warga Cirebon/ Radar Cirebon

CIREBON – Banjir yang terjadi di Cirebon sejak Minggu (1/1/2017) kemarin ternyata sudah menjadi banjir langganan yang terjadi setiap tahun, dan warga pun sudah pasrah menghadapinya.

“Sudah lelah, mau mengadu juga percuma. Sama sekali tak ada penanganan langsung dari pemerintah. Padahal ini daerah langganan banjir,” sesal Odah, salah satu warga Desa Ambit, seperti dilansir Radar Cirebon, Senin (2/1/2017).

Banjir melanda Cirebon timur, khususnya di Kecamatan Waled. Ada empat desa yang disapu banjir, yakni Desa Ambit, Ciuyah, Gunungsari, dan Mekarsari. Banjir yang diakibatkan luapan sungai Ciberes ketinggiannya mencapai dada orang dewasa.

Odah melanjutkan,  air sungai meluap dan merendam ratusan rumah warga di desanya sekitar pukul 19.30. Warga pun menderita karena hingga Senin dini hari air tak kunjung surut. “Jam 9 (21.00, red) air sudah pundak orang dewasa. Warga harus diungsikan ke rumah yang tidak terendam banjir. Air di rumah saya sampai pundak Mas. Semua keluarga saya diungsikan ke rumah kuwu dan rumah warga lain. Ini banjir yang paling parah,” katanya.

Sementara Kuwu Ambit, Nurwandi, mengatakan banjir di desanya sudah sebelas kali. Semua akibat meluapnya air Sungai Ciberes. Banjir saat ini merupakan yang terparah dari sebelas kali banjir. “Banjir ini yang paling parah. Biasanya air masuk ke rumah warga hanya setinggi paha kaki orang dewasa, tapi ini sudah sampai pundak orang dewasa,” ujar Nurwandi.

Dikatakan Nurwandi, musibah banjir tak hanya dialami warga Desa Ambit, melainkan juga Desa Ciuyah, Desa Gunungsari, dan Mekarsari. “Di desa kami (Ambit, red) saja ada 600 rumah warga yang terendam. Belum lagi desa-desa lain. Sebenarnya saya pribadi sudah merasa lelah dan geram sama intansi yang tidak tanggap secara cepat jika terjadi musibah,” katanya.

Menurutnya, banjir sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu dan tak ada penangan cukup baik dari pemerintah. Dari tiga tahun menjadi langganan banjir, menurutnya, tahun ini terparah dari sebelumnya.

“Kami dan warga sudah lelah mengalami hal seperti ini. Kita juga tidak bisa berbuat banyak, karena saat banjir tidak ada penanganan yang baik,” tandas Nurwandi.

 

Advertisement