
DEMAK – Sejumlah penduduk Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, yang terkena dampak banjir dan harus mengungsi, kini mulai kembali ke rumah mereka karena air yang melanda wilayah tersebut mulai surut.
Faiz, salah satu warga Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar, mengungkapkan bahwa meskipun masih ada genangan air setinggi 10 sentimeter di dalam rumahnya, dia telah kembali pulang sejak Rabu (14/2/2024).
Faiz menyampaikan bahwa pada Kamis (15/2/2024), ia telah memulai kegiatan bersih-bersih rumah. Teman-temannya dari tempat kerja juga membantu, mengingat sejak awal banjir, genangan air mencapai atap rumah mereka.
“Hari ini mulai bersih-bersih rumah, kebetulan teman dari tempat kerja juga datang ikut membantu karena sejak awal genangan banjir memang sampai atap rumah,” ujarnya.
Selama banjir, Faiz dan keluarganya mengungsi di rumah saudaranya di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.
Sementara itu, Sri Tampi, warga Desa Karanganyar, Kecamatan Karanganyar, mengungkapkan bahwa ia belum dapat kembali ke rumahnya karena genangan air masih setinggi leher orang dewasa. Meskipun telah mengungsi sejak Kamis (8/2/2024), ia masih belum bisa pulang.
“Padahal, saya sudah mengungsi sejak Kamis, hingga sekarang belum juga bisa pulang ke rumah,” ujarnya sedih.
Camat Jati Kabupaten Kudus, Fiza Akbar, mengakui bahwa jumlah warga Demak yang mengungsi di Kabupaten Kudus masih cukup banyak.
Pada pendataan terakhir pada Kamis (15/2/2024), jumlahnya bahkan bertambah menjadi 3.805 jiwa, sedangkan pada Selasa (13/2/2024), hanya 3.393 jiwa.
“Kalaupun ada yang balik ke rumah, biasanya suaminya saja untuk mengecek kondisi rumah, termasuk untuk memastikan keamanan barang-barang berharga,” ujarnya.
Dalam upaya mempercepat proses surutnya banjir di Desa Ketanjung dan Karanganyar, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyiapkan 22 unit pompa penyedot air dengan total kapasitas 11.500 liter per detik.
Awalnya, ada 11 unit pompa, namun kemudian jumlahnya ditingkatkan menjadi 22 unit setelah mendatangkan pompa tambahan dari Solo, Surabaya, Cirebon, dan Jakarta.




