BANYUMAS – Koodinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Banyumas Ady Candra mengatakan bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, berangsur surut.
Kendati demikian, dia mengatakan Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermades) Kabupaten Banyumas melalui Tagana Banyumas masih membuka dapur umum untuk melayani kebutuhan konsumsi bagi masyarakat yang terdampak banjir di Desa Sirau, Grujugan, dan Sidamulya, Kecamatan Kemranjen.
“Khusus Desa Sirau, jumlah warga yang terdampak banjir awalnya sekitar 1.300 jiwa, namun sekarang sekitar 900 jiwa. Namun dari pantauan, seluruh RW di Sirau masih tergenang banjir,” kata.
Lebih lanjut, Ady mengatakan banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Kemranjen terjadi sejak Kamis (29/10) malam akibat hujan lebat dalam beberapa hari terakhir.
Menurut dia, lokasi pengungsian tersebar di tiga titik, yakni Masjid Baitunnikmah, Grumbul Pacarmalang, Desa Sirau, Madrasah Ibtidaiyah Fathul Ulim, Desa Sirau, dan Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Sidamulya untuk warga Grumbul Gejebur, Desa Sidamulya.
Selain bencana banjir, hujan lebat yang melanda Kabupaten Banyumas dalam beberapa hari terakhir juga mengakibatkan tanah longsor di sejumlah wilayah seperti Kecamatan Kebasen, Kedungbanteng, dan Gumelar.





