Asuncion-Hujan deras yang mengguyur Paraguay sejak pekan lalu membuat sejumlah daerah di sana menghalami banjir parah.
Pemerintah Paraguay menyatakan , banjir yang menyebabkan ratusan orang mengungsi ini terparah dalam kurun waktu hampir 23 tahun.
Fenomena badai El Nino telah menyebabkan hujan yang terus turun, sehingga meningkatkan debit air di sungai-sungai Paraguay. Sampai Minggu (27/12) Sungai Paraguay yang mengalir di Kota Asuncion, ketinggian airnya sudah mencapai 7,82 meter, dilaporkan ini adalah debit air tertinggi semenjak 1992.
Hingga kini sebanyak 90 ribu warga Asuncion sudah meninggalkan rumah mereka akibat banjir dan terpaksa membangun gubuk dadakan di taman kota atau ruang publik lainnya. Selain membuat gubuk, warga juga mengungsi sementara di bangunan sekolah dan militer.
“Ketinggian banjir di rumah saya telah mencapai atap rumah, kami hanya dapat membawa barang seperlunya dengan bantuan tetangga,” kata seorang warga bernama Ramona Beltran (42) yang sudah mengungsi selama dua minggu akibat banjir, sebagaimana dilansir dari Reuters, kemarin
Bagian mengurus cuaca PBB mengatakan November lalu, El Nino pada tahun ini disebabkan oleh iklim ekstrem global dan ini adalah yang terparah dalam kurun waktu 15 tahun. Apalagi saat ini telah terbukti





