Setelah 2.500 Tewas, Guinea Nyatakan Bebas Ebola

GUINEA (KBK) – Negara Guinea sudah menyatakan bebas Ebola setelah lebih dari 2.500 orang meninggal akibat virus mematikan tersebut di Afrika Barat. Setelah Guinea, kini Liberia satu-satunya negara yang masih menghitung mundur untuk mengakhiri berjangkitnya penyakit mematikan ini.

Deklarasi bebas Ebola disambut gembira oleh masyarakat Conakry, Ibu Kota Guinea, Selasa (29/12/2015). Turut hadir pejabat kesehatan pemerintah setempat dan Organisasi Kesehatan Dunia PBB. Acara berlangsung mengharukan menginngat banyak kematian yang telah disebabkan virus ini.

Berlanjut besok, Rabu, (30/12/2015), pemerintah bersama-sama dengan perwakilan dari negara-negara donor dan LSM, akan mengadakan upacara resmi untuk memperingati deklrasi bebas Ebola ini.

Selama Ebola berjangkit di Guinea 115 petugas kesehatan turut meninggal karena terpapar penyakit ini, selain itu delapan anggota tim kampanye pemberantasan Ebola dibunuh oleh penduduk setempat yang tidak menerima kampanye mereka di kawasan Womey.

“Beberapa keluarga saya mati. Situasi ini meminta kita harus terus berjuang untuk mereka yang selamat,” kata Fanta Oulen Camara, yang bekerja untuk Medecins Sans Frontieres Belgia (Dokter Tanpa Batas), kepada kantor berita Reuters.

“Setelah saya menjadi lebih baik, hal yang paling sulit adalah membuat orang lain bisa menerima saya. Kebanyakan, karena saya terpapar Ebola, meski sudah sembuh orang yang biasanya mendukung saya, saat ini meninggalkan saya. Bahkan sekolah tempat saya mengajar juga memecat saya . Hal itu sangat sulit,” kata Camara, 26, mengenang nasibnya yang jatuh sakit Maret 2014 seperti dilaporkan Al Jazeera, Selasa (29/12/2015).

Advertisement