Banjir di Wilayah Tambang di Zimbabwe, 24 Tewas dan Puluhan Lainnya Masih Terperangkap

evakuasi jenazah korban banjir di tambang di Zimbabwe/ Anadolu

ZIMBABWE – Sebanyak 24  penambang emas ilegal meninggal akibat banjir di terowongan tambang  di Zimbabwe, dan seluruh jenazah sudah berhasil dievakuasi.

Wakil Menteri Pertambangan, Polite Kambamura, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa semua jenazah telah diidentifikasi hingga Minggu (17/2/2019).

“Kami telah mengambil 24 jenazah  sejauh ini dari satu poros, beberapa kerabat almarhum telah mengidentifikasi mereka,” kata Kambamura.

Namun operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di daerah itu.

Setidaknya 50 penambang emas ilegal dikhawatirkan tewas pada Selasa malam ketika hujan lebat menyebabkan banjir bekas tambang Silvermoon dan Cricket di dekat kota Kadoma yang kaya emas, 170 kilometer barat daya ibukota Harare.

Operasi penyelamatan tertunda empat hari karena hujan lebat dan kurangnya pompa air.

Namun, delapan orang yang selamat, dari lebih dari 50 orang yang dicurigai telah terperangkap,  diselamatkan pada Sabtu pagi.

Tambang Silvermoon dan Cricket terhubung dan sedang ditambang oleh penambang emas muda ilegal, karena kondisi ekonomi yang keras dan tingkat pengangguran yang tinggi.

Pemerintah telah menyatakan kecelakaan banjir tambang sebagai bencana nasional.

Ekonomi Zimbabwe berada dalam krisis dengan tingkat pengangguran 80 persen.

Advertisement