
JAKARTA – Banjir akibat pasang air laut kembali melanda Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Rabu (18/12/2024) pagi, menyebabkan kerusakan pada ratusan hektare sawah produktif milik petani.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa banjir telah menggenangi lahan pertanian di Desa Bulak, Kecamatan Jatibarang, dengan luas mencapai 100 hektare.
Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, banjir yang awalnya terjadi sejak Jumat (13/12/2024) semakin parah akibat jebolnya tanggul Sungai Bendo dan tingginya gelombang pasang air laut.
“Hingga Selasa (17/12/2024) sore banjir mulai surut namun pasang air laut kembali terjadi pada pagi ini dan lahan pertanian menjadi rusak,” kata Abdul.
BNPB menyatakan komitmennya untuk mendampingi Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam mengatasi dampak banjir.
Pemerintah daerah telah menetapkan status siaga darurat bencana hingga 31 Mei 2025. Selain merusak lahan pertanian, banjir juga merendam sekitar 2.300 rumah di Kecamatan Kandanghaur dan Cantigi, dengan ketinggian air mencapai 1,10 meter.
Data sementara dari Pusat Pengendalian Operasi BNPB mencatat sebanyak 4.354 kepala keluarga terdampak banjir.
Sebagian besar korban memilih tetap tinggal di rumah masing-masing, sementara 93 kepala keluarga di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, harus dievakuasi akibat kerusakan parah pada tempat tinggal mereka.




