Banjir Kolaka Utara Meluas jadi 16 Desa

Ilustrasi Penampakan genangan banjir di Konawe/ Beritasatu

KOLAKA UTARA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara mencatat 16 desa/kelurahan terdampak banjir di daerah tersebut.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kolaka Utara Liderti, mengatakan, terdapat dua desa tambahan terdampak banjir yaitu Desa Sulaho Kecamatan Lasusua, dan Desa Woise Kecamatan Lambai.

Ia memaparkan ke-16 desa/kelurahan terdampak banjir tersebut tersebar di empat kecamatan, yakni Lasusua, Lambai, Ranteangin dan Kecamatan Wawo.

“Di Kecamatan Lasusua desa yang terdampak, yaitu Desa Batuganda, Rantelimbong, Tojabi, Patowonua, Lasusua, Pitulua, Puncak Monapa, dan satu desa tambahan yaitu Desa Sulaho,” jelasnya.

Kedua, lanjut dia, di Kecamatan Lambai, desa terdampak yaitu Desa Latawaro dan satu desa tambahan yaitu Desa Woise. Ketiga di Kecamatan Wawo terdapat dua desa terdampak yaitu Desa Pumbolo dan Desa Tinukari.

Berikutnya di Kecamatan Ranteangin terdapat empat desa terdampak banjir yaitu Desa Rantebaru, Kelurahan Ranteangin, Desa Landolia, dan Desa Maroko.

“Secara keseluruhan jumlah keluarga terdampak banjir hingga saat ini (per 2 Januari 2021) sebanyak 1.090 Kepala Keluarga (KK), 5.236 jiwa dengan rincian 2.727 laki-laki dan 2.435 perempuan,” tutur dia.

Sementara Kepala BPBD Kolaka Utara Syamsuriani, mengatakan saat ini pemerintah setempat tengah membangun 12 unit rumah warga yang rusak parah dan hanyut akibat banjir yang mengahantam empat kecamatan di wilayah itu, pada Kamis (17/12/2020) lalu.

“Sekarang itu dibuatkan rumahnya mereka (korban banjir Kolaka Utara). Kan itu tiga yang terbawa arus, yang lainnya rusak parah. Yang jelas 12 rumah yang dibikinkan ini sementara,” katanya, dilansir Antara.

 

Advertisement