Banjir Pangandaran Diakibatkan Tiga Sungai yang Kritis

Ilustrasi/ Tribunnews

PANGANDARAN – Kondisi tiga sungai di Kabupaten Pangandaran kritis, mengalami pendakalan dan penyempitan, sehingga sudah sangat membutuhkan normalisasi.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan kondisi sungai yang kritis tersebut merupakan penyebab sejumlah desa menjadi langganan banjir akibat luapan air sungai ketika musim penghujan. Ditambah lagi berbarengan dengan pasang air laut.

“Maka banjir akan surut kembali setelah 4 jam kemudian, karena laut surut,” ujarnya.

Untuk menangani kondisi sungai yang sudah mengalami penyempitan dan pendangkalan, Jeje menjelaskan, pihaknya berkoordinasi dengan BBWS Citanduy di Banjar.

“Sungai yang ada di wilayah Kab Pangandaran itu kan ada yang kewenangannya di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy ada di PSDA Provinsi Jawa Barat. Termasuk jalan yang ada di atas tanggul atau sungai Citanduy juga menjadi bahan pembicaraan dengan pihak BBWS,” ujarnya.

 

Terpisah,  Kepala BBWS Kota Banjar melalui Bagian Humas Kusdaryanto membenarkan bahwa pihaknya telah kedatangan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata untuk melakukan pembahasan terkait kondisi sungai yang ada di wilayah Kab Pangandaran.

Menurut Kusdaryanto, dari beberapa sungai di Pangandaran,ada tiga sungai yang dianggap sudah rawan yang diusulkan oleh Bupati Pangandaran untuk dilakukan normalisasi.

“Tiga sungai itukan kewenangannya ada di PSDA Provinsi, tapi karena ini menyangkut hajat orang banyak, maka kami dari BBWS siap membantu,” ujarnya, kepada PR.

Advertisement