Banjir Pasuruan, Sejumlah Kereta Api Tertahan

Ilustrasi banjir di jalur kereta/ konfrontasi.com

PASURUAN – Beebrapa perjalanan kereta api di sejumlah stasiun di Pasuruan, Jawa Timur tertahan akibat banjir yang menggenangi rel kereta setinggi 18 cm.

“Banjir terjadi di kilometer (KM) 58+1/9 antara Stasiun Pasuruan hingga Stasiun Bangil sejak pukul 05.30 WIB dengan ketinggian air 18 cm dan panjang lokasi banjir sekitar 200 meter,” kata Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi IX Krisbiyantoro di Jember, dikutip dari Antara.

Menurutnya sejumlah perjalanan kereta api yang terganggu karena banjir di Pasuruan yakni KA Logawa jurusan Jember-Purwokerto, KA Probowangi jurusan Surabaya-Banyuwangi, dan KA Tawangalun jurusan Banyuwangi-Malang.

“Sejauh ini masih ada tiga kereta api yang terganggu perjalanannya, sehingga berhenti di sejumlah stasiun dan belum melanjutkan perjalanan ke stasiun tujuan berikutnya,” katanya.

Dalam mengatasi keterlambatan perjalanan kereta tersebut karena banjir pada Kamis (30/6/2016), Krisbiyantoro mengatakan upaya yang dilakukan PT KAI Daop IX Jember yakni mendeteksi secara cermat di lokasi banjir untuk menentukan titik-titik gugusan trak dan sebanyak 153 ton kricak yang merupakan alat material untuk siaga (amus) di Stasiun Rambipuji sudah dibawa menuju ke lokais banjir.

Pembersihan sampah telah dilakukan petugas, untuk mengatasai air yang menggenang, “Petugas juga sudah membersihkan sampah yang berada di sekitar rel kereta dan batas minimal air di rel kereta yang bisa dilewati setinggi 8,5 cm. Apabila ketinggian air di rel masih di atas 10 cm, maka perjalanan kereta tetap tidak bisa dilanjutkan,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun PT KAI, lanjut dia, jalur darat juga lumpuh total karena terendam banjir setinggi lutut orang dewasa, sehingga pengalihan penumpang kereta api dengan moda transportasi darat juga tidak bisa dilakukan.

Advertisement