Banjir Putus Akses ke Pasar, Warga Aceh Tamiang Bertahan dengan Persediaan Terbatas

Ilustrasi Sekelompok anak bermain dalam kondisi banjir di Desa Nibong Baroh, Kecamatan Nibong, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Rabu (21/12/2022). (Foto: ANTARA/HO/Dok Warga)

JAKARTA, KBKNEWS.id – Banjir melanda Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Selasa (11/11/2025) sore.

Akibatnya, tiga desa terendam dan akses antarwilayah lumpuh, memaksa warga menyeberang menggunakan rakit dari batang pisang.

“Saat ini ada tiga desa dikepung banjir, yakni Desa Sulum, Suka Makmur, dan Juar. Warga keluar kampung naik rakit yang dibuat dari batang pisang,” kata Datok Penghulu (Kepala Desa) Sulum, Alimat Pante, Rabu (12/11).

Menurut Alimat, banjir yang mulai naik sejak malam sebelumnya membuat jalan dan jembatan penghubung antar-desa terendam hingga setinggi satu meter. Kendaraan tidak bisa melintas, meski permukiman warga sejauh ini masih aman dari genangan.

“Yang jadi kendala warga, hari ini bertepatan dengan hari pekanan di Pasar Babo. Tapi karena banjir, warga tidak bisa belanja kebutuhan pokok sehari-hari, sehingga persediaan di rumah mulai menipis,” ujarnya.

Sementara itu, personel kepolisian dari Pospol Sekerak, Aiptu Bambang Sugeng, mengatakan sejak pagi akses menuju Kampung Sulum masih lumpuh total. Petugas berjaga di ujung jembatan untuk membantu warga melintas.

“Tadi malam air alur meluap setinggi 1,5 meter di sepanjang jembatan. Sejumlah warga dan pedagang asongan yang akan masuk ke Sulum tertahan di jembatan,” jelas Bambang.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tamiang, Iman Suhery, menegaskan bahwa banjir di Desa Sulum dan sekitarnya kini berangsur surut. Aktivitas warga mulai normal, namun petugas tetap siaga.

“Hanya air lewat. Kondisi terkini di kawasan Desa Pematang Durian dan Sulum sudah mulai surut,” katanya.

Iman menambahkan, personel BPBD bersama tim SAR terus memantau debit sungai dari hulu hingga hilir serta memperbaiki gorong-gorong yang tersumbat. “Sumbatan di gorong-gorong menjadi salah satu penyebab air meluap ke jalan raya,” ujarnya.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here