JAKARTA, KBKNEWS.id – Konferensi Asia Pasifik untuk Palestina yang digelar di Gedung DPR RI, Jakarta, pada 7–8 November 2025, melahirkan langkah strategis dalam memperkuat solidaritas kawasan terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.
Salah satu gagasan penting yang muncul adalah pembentukan Gaza Development Fund (GDF), inisiatif dari Dompet Dhuafa untuk mendukung proses pemulihan dan pembangunan Gaza pascakonflik.
Forum yang diikuti 125 peserta dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik seperti Indonesia, Malaysia, Filipina, Australia, Maladewa, Bangladesh, dan Kamboja itu menghasilkan The Asia Pacific Declaration for Palestine 2025. Deklarasi tersebut menegaskan dukungan atas kemerdekaan Palestina, desakan agar pelaku genosida dihukum, dan komitmen bersama memperkuat jaringan kemanusiaan lintas negara.
Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini memaparkan konsep Gaza Development Fund dalam sesi “Agenda Aksi Bersama Asia Pasifik untuk Palestina”. Ia menjelaskan, inisiatif ini menandai pergeseran fokus bantuan dari tanggap darurat menuju kerangka pembangunan jangka panjang yang berkelanjutan.
“Dompet Dhuafa mendapatkan amanah untuk memaparkan konsep Gaza Development Fund, yang diharapkan mampu menghimpun dana bagi pembangunan infrastruktur vital seperti rumah sakit, sekolah, pasar, dan masjid di Gaza,” ujar Ahmad Juwaini.
GDF dirancang melalui dua skema utama, yakni Endowment Fund (Dana Abadi) dan Non-Endowment Fund. Dana abadi bersumber dari wakaf produktif yang hasil investasinya digunakan untuk membiayai proyek-proyek berkelanjutan di Gaza.
Sementara dana non-abadi berasal dari zakat, infak, sedekah, CSR, dan donasi publik yang diperuntukkan bagi kebutuhan pemulihan jangka pendek dan menengah.
“Kita ingin memastikan bahwa bantuan bagi Palestina tidak berhenti pada tahap darurat. Harus ada sistem pendanaan yang berkelanjutan dan transparan agar masyarakat Gaza bisa bangkit secara mandiri,” kata Ahmad.
Konferensi ini juga menetapkan Jakarta sebagai markas Asia Pacific Global Coalition on Al-Quds and Palestine (GCAP) yang akan menjadi pusat koordinasi gerakan solidaritas kawasan.
Selain Dompet Dhuafa, sejumlah tokoh turut menyampaikan pandangan strategis. Yuli Mumpuni Widarso dari Global Alliance of Humanity Solidarity for Palestine menyerukan diplomasi total untuk membela Palestina. “Jika dalam dunia sepak bola ada istilah ‘total football’, maka saya gunakan ‘total diplomacy’ untuk Palestina,” ujarnya.
Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan mengapresiasi peran Dompet Dhuafa dalam forum tersebut. “Dompet Dhuafa telah memberikan kontribusi nyata dalam menyukseskan Konferensi Asia Pasifik untuk Palestina. Dukungan terhadap Palestina adalah bagian dari panggilan kemanusiaan universal,” katanya.
Konferensi bertema “Penguatan Aliansi untuk Bela Palestina” ini diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), BKSAP DPR RI, dan Global Coalition for Al-Quds and Palestine. Perhelatan ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi kolaborasi lintas negara dalam membangun masa depan Palestina yang merdeka dan berdaulat.




