ACEH – Banjir genangan air laut (rob) melanda permukiman warga Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, karena tidak adanya tanggul sebagai penahan maksimal hempasan gelombang.
Genangan air laut akibat gelombang tinggi di wilayah pesisir barat selatan Aceh sejak Senin, (30/7/2018) pagi itu, merendam tiga desa, seperti Desa Pasir, Desa Suak Indrapuri dan Desa Ujong Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat.
Hempasan gelombang dari laut lepas Samudera Hindia – Indonesia itu, juga menyebabkan genangan air laut hingga menutup badan jalan di permukiman warga dekat pantai.
“Tidak ada harta benda yang rusak, tapi pasir dan sampah membuat halaman dan rumah kotor. Kejadiannya sudah sejak pagi tadi,” kata salah seorang warga Desa Ujung Kalak, Intan (46), dikutip Antara.
“Sejak Pukul 08.00 WIB, air mulai memasuki rumah. Air laut juga menggenangi halaman rumah penduduk pinggiran pantai. Mungkin karena kerasnya hempasan gelombang yang melewati tembok penahan gelombang,” tambahnya.
Meskipun air laut sudah menggenangi halaman rumah penduduk pesisir pantai, namun belum ada warga yang mengungsi karena warga setempat sudah lelah untuk terus menghindar.
Intan, menyampaikan, gelombang pasang terjadi biasanya pada pergantian musim, gelombang laut tersebut terjadi pada pagi hingga sore hari.
Meskipun telah sering terjadi banjir rob, namun tidak terlihat upaya untuk pembangunan tanggul permanen mengantisipasi hal tersebut, jika ombak terus meninggi kemungkinan warga yang tinggal berdekatan dengan laut akan mengungsi.





