Banjir Tangerang Semakin Tinggi, Ratusan Warga Mengungsi

Ilustrasi Banjir di Perum Total Persada Tangerang November 2016

TANGERANG – Setelah dua hari terendam banjir, akhirnya sebanyak 200 warga di Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Banten, mengungsi ke posko banjir.

Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Tangerang Ending Aryadi  mengatakan warga korban banjir telah  dibantu dengan diberikan  makanan dan tempat berlindung sementara dari guyuran hujan.

Menurutnya, rumah warga yang parah terendam banjir berada di Desa Koper, Kecamatan Kresek dengan ketinggian air mencapai 80-90 cm. Namun masih ada warga di lokasi tersebut yang masih bertahan karena khawatir barang berharga milik mereka dijarah orang lain.

Sementara itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang telah menetapkan siaga II di Kresek karena air Sungai Cidurian terus meninggi.

Ending menambahkan pihaknya selalu berkoordinasi dengan BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan aparat terkait lainnya dalam penanganan korban banjir.

Namun laporan menyebutkan kondisi air Sungai Cidurian yang mengalir ke perkampungan penduduk diperkirakan terus naik karena akibat hujan di hulu. Para relawan dan BPBD setempat menggunakan perahu karet menyisir rumah penduduk yang terendam.

“Aparat Polresta dan Polsek setempat siaga untuk mengamankan rumah dan harta penduduk dari tindakan pihak yang tidak bertanggungjawab,” katanya, dilansir Antara.

Pemkab Tangerang telah memetakan kecamatan yang rawan banjir adalah Kecamatan Sindang Jaya, Pasar Kemis, Kronjo, Kresek, Tigaraksa dan Cikupa. Banjir yang melanda wilayah ini akibat meluapnya beberapa sungai diantaranya Cimanceuri, Cisadane, Cirarap dan Cidurian yang melewati kawasan perumahan

Advertisement