spot_img

Peta Kekuatan Parpol Tak Banyak Berubah

PARTAI berlambang banteng PDIP berdasarkan quick count atau hitung cepat tetap berada di tempat teratas dengan perolehan 16,21 persen suara, mengungguli 17 parpol kontestan pemilu 2024 lainnya.

Dari 95,95 persen data yang masuk, Partai Golkar membayang-bayangi dengan 14,61 persen suara, disusul Partai Gerindra 13,54 persen, PKB 10,78 persen, Partai Nasdem 8,43 persen, Partai Demokrat 7,6 persen, PAN 7,1 persen dab PPP 3,9 persen.

Hanya parpol yang berada di ambang batas parlemen (parliamentary threshold ) yakni minimal empat persen suara yang bisa melenggang ke DPR-RI di kompleks Senayan, Jakarta, sementara PPP yang baru mengumpulkan 3,91 persen suara diharapkan masih bisa lolos karena masih berada di rentang margin of error.

Ada 24 parpol peserta pemilu 2024 (18 partai nasional dan enam partai lokal), di mana 10 parpol terancam tidak lolos ke parlemen dalam hitung cepat.

Tiga parpol yang kemungkinan tidak lolos ke Senayan yakni PPP yang baru berhasil mengumpulkan 3,91 persen suara, Partai Solidaritas Indonesia (2,83 persen) dan Partai Persatuan Indonesia  1,36 persen, sedangkan tujuh parpol lainnya meraih suara di bawah satu persen yakni: Partai Gelombang Rakyat, Hanura, Partai Buruh, Partai Umat, Partai Bulan Bintang, Partai Garda Perubahan Indonesia dan Partai Kebangkitan Nusantara.

Pada pemilu 2019, PDIP meraup 19,33 persen atau sekitar 27,5 juta suara (128 kursi) , disusul Golkar 12,31 persen atau sekitar 17,2 juta suara, (85 kursi), lalu  Gerindra 12,57 persen atau 17,59 juta suara (78 kursi) ,  Nasdem 9,05 persen atau 12,6 juta suara (59 kursi), PKB 9,69 persen suara atau 13,57 juta suara (58 kursi), Demokrat 7,77 persen atau 10,8 juta suara (54 kursi), PKS 8,21 persen atau 11,49 juta suara (50 kursi), PAN 6,84 persen atau 9,57 juta suara (44 kursi) dan PPP 4,52 persen  atau 6,3 juta suara (19 kursi).

 Prabowo – Gibran Sementara Unggul

Sedangkan untuk paslon presiden dan wapres, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka tetap mengungguli kedua paslon lainya  dalam pengumpulan suara yang sudah mendekati 100 persen.

Litbang Kompas mencatat, paslon No. urut 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar mendapatkan 25,10 persen,  Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka 58,73 persen dan Ganjar Pranowo-Mahud MD 16,17 persen.

Sedangkan Indikator: Anies-Muhaimin 25,32 persen, Prabowo-Gibran 58 persen dan Ganjar-Mahfud 16,68 persen, sementara Indikator: Anies-Muhaimin 25,32 persen, Prabowo-Gibran 58 persen dan Ganjar-Mahfud 16,68 persen.

Hasil perolehan suara yang diilis oleh sejumlah lembaga survei yang cukup kredibel lainnya seperti LS Denny JA, Charta Politica, Poltracking  dan PRC juga tidak jauh berbeda dimana Prabowo-Gibran unggul di atas 58 persen  suara, Anies -Muhaimin pada kisaran  24 persen dan Ganjar-Mahfud pada kisaran 16 persen.

Namun hasil perhitungan cepat tersebut tidak seta-merta menempatkan Prabowo dan Gibran memenangi pilpres 2024 dalam satu putaran, karena masih diperlukan perolehan 20 persen suara  dari lebih separuh propinsi di Indonesia (20 dari 38 propinsi ) dan juga hasil penghitungan secara manual yang diperkirakan baru diumumkan 20 Maret nanti.

Kedua paslon lainnya melaporkan terjadinya perbedaan jumlah suara antara  penghitungan di tingkat TPS dari form C plano dengan Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) serta dugaan kecurangan lain yang diprotes kontestan lawan.

Rakyat berharap, hasil pengitungan suara yang keluar bebas dari kekeliruan, apalagi kecurangan yang disengaja.

 

spot_img

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles