CALIFORNIA – Amerika Serikat telah memberikan keringanan visa kepada seorang Ibu dari Yaman yang anaknya yang dirawat di AS karena penyakit langka, setelah AS mendapat kecaman dari banyak pihak.
Dewan Hubungan Amerika-Islam, Sacramento Valley (CAIR-SV) mengatakan Shaima Swileh diperkirakan akan tiba di California Bay Area pada Rabu malam.
“Ini hari terindah saya,” kata Ali Hassan, suami Swileh, seorang warga negara Amerika.
Kasus Swileh memicu kemarahan besar-besaran minggu ini setelah muncul laporan bahwa ibu muda itu telah menunggu lebih dari satu tahun untuk keputusan tentang pengabaian visa.
Visa Swileh ditolak tahun lalu karena pembatasan perjalanan yang diberlakukan AS yang disebut “larangan Muslim”, dimana peraturan tersebut melarang orang-orang dari beberapa negara mayoritas Muslim memasuki AS.
Hassan sebelumnya mengatakan bahwa dia telah meminta agar Departemen Luar Negeri mempercepat keputusan atas pengabaian Swileh sehingga dia bisa mengucapkan selamat tinggal kepada putra mereka, Abdullah, yang memiliki penyakit otak degeneratif yang langka dan mungkin tidak dapat bertahan lebih lama.
Pada hari Senin, CAIR-SV mengajukan gugatan federal darurat atas nama keluarga. Gugatan itu menuduh bahwa kedutaan AS di Kairo, Mesir, tempat Swileh tinggal, dengan sengaja menunda keputusan atas permohonan visa sampai larangan perjalanan itu diberlakukan.
Otoritas AS kemudian mengatakan kepada Swileh bahwa dia telah ditolak karena larangan tersebut.





