LOMBOK – Puluhan relawan pendidik dari berbagai latar belakang dan wilayah, akan bemerupaya membangkitkan pendidikan di Bumi Seribu Surau, pascagempa melanda Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Para relawan pendidik tersebut tergabung dalam progam Guru Relawan yang masuk dalam progam Recovery Dompet Dhuafa, Lombok Bangkit.
Diketahui sejak gempa mengguncang, sepanjang pesisir utara Lombok lumpuh. Termasuk Desa Gumantar, Kecamatan Kahyangan, Kabupaten Lombok Utara. Ratusan bangunan runtuh, termasuk diantaranya sekolah.
Terdapat ribuan anak-anak di desa Gumantar yang terpaksa kehilangan kegiatan utamanya, yaitu bersekolah. Dompet Dhuafa yang menyadari adanya perubahan ritme kehidupan mendadak di Lombok tidak tinggal diam.
Untuk itu dalam rangka mengembalikan ritme pendidikan disana, Dompet Dhuafa meluncurkan program Guru Relawan. Pertama kali diluncurkan pada September lalu, Guru Relawan mengemban misi enam bulan mengembalikan semangat belajar siswa-siswa di Lombok pasca gempa.
Pertama kali diterjunkan, para guru relawan ditugaskan mengembalikan ritme belajar anak-anak di Lombok. Bukan tanpa alasan, ketika gempa datang, bukan hanya sekolah yang roboh, namun juga semangat belajar anak-anak di sana ikut terenggut. Guru tidak dapat mengajar, karena mereka pun juga merupakan korban gempa.
Kini, di balik reruntuhan tembok sekolah dan bilik-bilik kelas darurat, guru relawan dengan sabar menata kembali semangat belajar anak-anak di Lombok.





