MAJALENGKA-Sejumlah murid sekolah di SDN Majalengka masih bersandal saat di kelas. Seperti di Sekolah Dasar Negeri 2 Pasiripis, Desa Pasiripis, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka.
Sering kaki mereka yang tak mengenakan sepatu masuk ke kubangan air hingga betis kaki terkena lumpur. Mereka tak merasa risih dengan lumpur yang menempel di kaki, bahkan dia tetap gembira bermain dengan sejumlah temannya, tak nampak malu meski hampir semua siswa mengenakan sepatu.
“Ngareunah teu disapatu, ka kelas mah engke oge babanyo, sendal aya (Lebih enak tidak mengenakan sepatu, nanti kalau masuk ke ruang kelas bisa mencuci kaki terlebih dulu, sandal ada),” ungkap salah seorang murid kelas IV seperti dilansir PR, Senin (2/5).
Sedangkan murid yang bersepatu segera melepas sepatunya hingga tak seorang pun yang belajar di ruang kelas mengenakan alas kaki. Ini konon, dilakukan untuk menjaga kebersihan ruangan kelas.
Murid yang mengenakan sandal atau tidak mengenakan sepatu saat pergi ke sekolah bukan karena mereka tidak memiliki sepatu, namun beberapa di antaranya karena malas menggunakan sepatu, atau karena sepatunya basah belum kering setelah dicuci.
“Semua murid kami yakin memiliki sepatu, mereka tak bersepatu karena kebiasaan saja. Saat masuk ruang kelas sepatu dicopot karena ingin ruangan bersih terutama saat musim penghujan. Bila sepatu dibawa ke ruang kelas pasti penuh lumpur dan lebih kotor, makanya lebih baik dicopot dan sepatu disimpan di teras sekolah,” kata Tardi, salah seorang guru.
Sementara itu, sejumlah murid di SD Sumber, Kecamatan Jatitujuh pun demikian. Murid-murid sekolah dasar, ketika pulang sekolah mereka justru menggantungkan sepatunya dipundak, kakinya malah nyeker entah apa alasannya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, Iman Pramudya Subagja, mengatakan, pihaknya tidak akan mepersoakan anak ke sekolah mengenakan sepatu atau tidak, yang terpenting mereka mau belajar dan bersedia menlanjutkan sekolah. Terkecuali bila mereka miskin, orang seperti ini akan dibantu melalui berbagai cara.
“Untuk sementara ini tidak ditemukan murid ataupun siswa yang tidak memiliki sepatu, semua sudah bersepatu. Kalaupun ada yang datang ke sekolah mengenakan sandal itu mungkin karena beberapa alasan,” kata Iman.





