FILIPINA – Survei Social Weather Stations (SWS) mengatakan banyak Muslim Filipina tidak puas dengan operasi militer baru-baru ini di Kota Marawi.
Survey yang dilansir Rabu (15/11/2017) mengatakan 29 persen merasa puas dengan aksi militer tersebut, sementara 26 persen merasa tidak puas.
“Kepuasan terhadap PPRD (Presiden Filipina Rodrigo Duterte) Memerangi Terorisme, Rekonsiliasi dengan pemberontak Muslim, lebih rendah di antara mereka yang tidak puas dengan pemerintah dalam menekan kelompok Maute.” ungkap survey tersebut.
Survei SWS menunjukkan 54% orang Filipina setuju bahwa Angkatan Bersenjata Filipina dapat menekan kelompok teroris bahkan tanpa Darurat Militer, di mana 3 dari 5 di antaranya percaya bahwa kelompok teroris yang menyerang Kota Marawi menerima uang dari perdagangan narkoba ilegal.
Keyakinan bahwa kelompok teroris yang menyerang Kota Marawi juga menerima uang dari perdagangan obat terlarang di wilayah tertinggi di Metro Manila sebesar 72%, diikuti oleh Mindanao sebesar 65%, Visayas sebesar 60%, dan Balance Luzon sebesar 54%.
Dilansir Anadolu, SWS bulan September 2017 menggunakan wawancara tatap muka terhadap 1.500 orang dewasa (18 tahun ke atas) secara nasional, 600 di Balance Luzon dan 300 lainnya di Metro Manila, Visayas and Mindanao (margin kesalahan sampling ± 3% untuk persentase nasional, ± 4% untuk keseimbangan Luzon, dan ± 6% masing-masing untuk Metro Manila, Visayas dan Mindanao).





