CIANJUR – Banyaknya pembangunan pabrik di Cianjur, menurunkan minat warga Cianjur untuk menjadi Tenaga Kerja (TKI) ke luar negeri.
Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Cianjur, Sumitra mengakui adanya penurunan minat warga Cianjur menjadi TKI. Menurutnya, salah satu penyebabnya adalah banyaknya kesempatan kerja di Cianjur yang gajinya tidak jauh berbeda dengan menjadi TKI.
Apalagi, ditambahnya ada pabrik-pabrik yang membuka kesempatan bagi lulusan SD sekalipun, “Jelas dampak maraknya pembangunan pabrik berpengaruh pada minat warga Cianjur menjadi TKI. Diantara pabrik-pabrik masih ada yang menerima karyawannya hanya dengan lulusan SD. Ini kesempatan bagi warga yang ingin mendapatkan pekerjaan lebih layak,” katanya, Selasa (21/6/2016), dikutip dari Pikiran Rakyat.
Penurunan drastis minat menjadi TKI ini membuat pihaknya akan lebih mendorong warga yang ingin bekerja di Cianjur tanpa harus menjadi TKI. Bahkan jika perlu, bagi lulusan SD dianjurkan mengikuti pendidikan program kesetaraan terlebih dahulu.
“Kita dorong agar mau bersekolah lagi, nanti Dinas Pendidikan yang akan menanganinya. Diharapkan setelah lulus bisa bekerja di Cianjur dan tidak menjadi TKI lagi,” paparnya.
Sebelumnya jumlah warga Cianjur yang menjadi TKI dalam satu bulan bisa mencapai ratusan orang, saat ini terhitung hanya sekitar 5-10 orang. Itupun dengan tujuan di negara-negara ASEAN saja.





